Lukisan Bu Prang
Bu prang adalah sahabat rakyat
Saya sudah tak ingat lagi siapa yang membeli lukisan ini. Dulu, saya mengirimnya via L300 ke Lhokseumawe. Lukisan ini dibeli melalui facebook setelah saya memostingnya.
Lukisan ini saya buat tahun 2016. Menghabiskan waktu sekitar 2 bulan. Ini adalah lukisan yang berhasil saya selesaikan. Karena banyak lukisan yang akhirnya diputihkan karena saya rasa tidak 'indah'.
Bu prang. Lukisan ini terinspirasi dari jejeran bu prang di warkop setiap pagi. Apalagi yang dibungkus daun pisang hijau tua. Saya sangat senang memandang daun pisang warna demikian. Selain meneduhkan mata, juga ada kekhasan yang jarng muncul di warna lain. Walau setiap warna punya ukuran tersendiri menimbulkan reaksi mata.
Bu prang adalah sahabat rakyat. Karena murah, mudah didapatkan serta tidak bikin terlalu mengenyangkan. Entah kenapa dinamai Bu Prang. Mungkin zaman mengusir Belanda dulu orang Aceh membekali diri dengan nasi secukupnya, dengan lauk tahan lama yaitu keumamah. Koran Kompas Jakarta menurunkan artikel tentang warisan taktik perang dan bekalnya, dengan cukup menarik. Bisa di dibaca di sini
Melukis adalah jalan lain mendokumentasikan realitas. Di @kanotbu, kami juga membuat kaos dengan dessain Bu Prang. Ketika mencetak dan menjual secara online, dalam jangka 1 seminggu lansung habis dipesan. Bu Prang tak sekedar warisan kuliner. Tapi daya tarik estetiknya juga bukan main keren. Sejauh dikemas enak dipandang.
Nyan ban!
Salam
@marxause



Mantap bg...
Aseuli, @mime
Hello @marxause! Kami sudah upvote yaa..
Nyan ban Bu Prang..haha👌
Nyo jino, meuprang demi bu. Ka meubalek cak, meutuka cok.
Hahaha..
Betoi betoi. Nyan hana temeung jatah bu maka jih meuprang. Adak jeut tajok bungkoh bu manteng ke awaknya..😹😹
Bungkoh tajok, aso tanyo seuba. Cocok nyan.
Hahaha