Kolam Untuk Malaka
Seekor sungai tak akan layak menelan sesamuderamu, Malaka. Meskipun liukannya menjalar dari hulu ke hilir melewati kampung-kampung purba dan kota-kota masa depan. Mulutnya di kuala terlalu kecil untukmu.
Maka riakmu yang lunglai itu, mengerakkan perahu-perahu nelayan di sepanjang pantai Sumatera. Sesekali, guncangkanlah kapal-kapal pencuri ikan!
Di Malaka, angin bersaf-saf kau kirimkan pada kami di pesisir. Meureudu mencintaimu.
Tak perlu kolam untuk riak-riakmu, sayang.