Histeria memory

Tahukah kamu
Kita hanya pulang pergi dari lubang ke lubang
Memikul kenangan
Selebihnya mencari celah
Untuk mengirim memorial ke tempat teraman

Tak ada waktu menghela nafas.
Kamu hanya butuh desah
Sambil melepas udara pelan-pelan dari hidung
Saat meletakkan kepala di bantal

Mimpi mengkristal lalu dimuseumkan
Orang-orang histeris menyaksikan mimpi dipamer
Kamu tidur
Biar orang mimpikan kita
Aku bangun...
Berharap semua mimpi menjadi nyata...
Salam hangat...
Terimakasih telah mampir. Mbak @mariskalubis
Puisi seperti hela nafas setelah kerja2 melelahkan.
good