Kata "Sharing" Dalam Pemahamanku
"Nanti kita akan buat grup Whatsapp," kata Pak Taha ketika berbicara dalam suatu pertemuan dalam ruangan yang disesaki puluhan komputer. "Tapi ingat, jangan bertausyiah," lanjutnya.
Semua peserta dalam ruangan itu tertawa, riuh. Aku juga, meski tak sampai "cikok prut" sebagaimana yang kerap ditulis orang-orang di komentar facebook.
"Betul saya bilang," lanjut Pak Taha. "Asai kana grup Whatsapp, cit ka ramee troek Ustadz. Kadang-kadang ban saboh grup nyan cit ustadz mandum. Makajih hana pre tamoeng tausyiah."
"Setuju Pak. Nanti kita bisa sharing-sharing di grup itu," potong seorang teman. Aku tidak tahu siapa namanya.
Aku buru-buru membuka google, mencari artikel yang mampu menjelaskan pengertian dan definisi dari kata "sharing" itu.
Memang sulit sekali menjadi orang bodoh. Untung saja dewasa ini orang awam sepertiku sudah sangat terbantu dengan kehadiran google, dengan demikian "ngeut dalam" yang sudah lama terpelihara, sudah mulai teratasi sedikit demi sedikit.
Semula aku berpikir bahwa "sharing" itu adalah "sareng." Makanya aku kerap menggabungkan kata "sharing" itu dengan "kupi."
"Sharing kupi," berarti "sareng kupi."
Kami sudah upvote yaa.. 😃
Hehehe...Terima kasih. Cuma humor saja.
Ka hamboe laju.
Ta preh awak laen pih hana so upvote.
Eunteuk ku upvote balek keu awak dro keuh.
Ka upvote mandum laju.
Ho keuh awak nyoe. Ka upvote atra lon laju siat.