Popularitas Steemit
Abad 21 ditandai dengan rovolusi dunia teknologi, ada dua hal yang mencolok dari revolusi tersebut; 1. Digitalisasi dan 2. Menjamurnya Media Sosial (Medsos). Keduanya cukup mewakili serta mewarnai wajah abad ke 21.
Di antara banyaknya medsos yang hadir, selain medsos kelas wahid seperti Facebook (FB) dan Twitter, ada satu medsos baru yang kehadirannya cukup mencengangkan. Ia adalah "Steemit".
Boleh dibilang, steemit baru meledak satu tahun terakhir ini. Dalam artian, diketahui banyak orang. Pengecualian untuk beberapa tahun lalu, steemit hanya digeluti oleh mereka yang paham dunia IT. Di awal kemunculannya, steemit boleh dibilang hanya berbahasa Inggris. Baru beberapa tahun terakhir hadir bahasa Indonesia, juga bahasa daerah; Aceh.
Hari ini, salah satu surat kabar terbesar lokal di Aceh; Serambi Indonesia, memuat satu halaman penuh mengenai Steemit pada rubrik "serambi milenial". Sontak saya tersenyum, sembari membaca ulasan mengenai steemit, alam pikiran saya menerka-nerka banyak hal akan hal tersebut.
Bagi saya, yang juga relatif baru di jagat steemit, popularitas steemit wajar adanya. Bahkan jauh sebelum itu sudah banyak orang memprediksi akan hal tersebut. Steemit, sebagai mana yang sudah lazim diulas, tak ubahnya sebuah platform yang memadukan pendekatan blog dan medsos dengan ragam fitur di dalamnya. Bagi yang menyukai dunia tulis-menulis tinggal menulis saja. Bagi yang suka video, bisa menggunakan kanal DTube -layaknya YouTube. Bagi yang mencintai dunia fotografi tinggal meng-upload foto, sama halnya dengan Instagram.
Boleh dibilang, steemit ialah akumulasi dari pada beberapa media sosial ataupun apa-apa saja yang sudah terkenal dan booming di jagat digital. Hanya saja, kelebihan terbesar steemit terletak pada reward, dimana setiap karya dihargai dengan dollar, baik itu via SBD atau Steem. Menariknya lagi, steemit bisa dioperasikan tanpa ribet.
Kelebihan tersebutlah yang pada akhirnya telah menghantarkan steemit ke puncak popularitas. Di sisi lain, popularitas steemit tidak terlepas dari pada kerja-kerja para ambasador steemit, kurator, dan gerakan komunitas yang terus menerus melakukan promosi serta sosialisasi ke segala daerah.
Kemunculan steemit di koran hari ini merupakan bukti bahwa steemit sudah menemukan momentum popularitasnya. Di Aceh misalnya, tanpa menafikan daerah lainnya, Aceh boleh dibilang daerah pertama yang jumlah penggunanya terbesar untuk konteks Indonesia. Maka wajar, bila dalam ulasan koran tadi turut menyinggung adanya penggunaan "Bahasa Aceh" di salah satu aplikasi untuk mengoperasikan steemit; eSteem.
Usut punya usut, masih dari sumber yang sama, tersedianya Bahasa Aceh di eSteem tidak lepas dari usulan salah satu putri Aceh, kak @jumaidafajar. Beliaulah orang yang mengusulkan bahasa Aceh di aplikasi tersebut. Tadi, di koran yang sama, kak @jumaidafajar adalah orang yang diwawancarai sekaligus ambasador steemit di koran Serambi Indonesia.
Kemunculan steemit di koran Serambi sebetulnya erat kaitannya dengan kerja-kerja di belakang layar dari ke dua belah pihak. Salah satu redaktur Serambi Indonesia, Bg Yarmen ialah pendiri sekaligus guru bagi komunitas Forum Aceh Menulis (FAMe). FAMe sering melakukan kegiatan bersamaan dengan Komunitas Steemit di Aceh.
Biasanya, acara berlangsung bersamaan dengan tema dunia kepenulisan. Perpaduan keduanya telah melahirkan semangat dan minat untuk menulis dan membaca. FAMe mengajak orang-orang untuk menulis dimanapun, khususnya bila beruntung dimuat di Serambi. Sedangkan steemit tidak perlu beruntung untuk berkarya di sana, siapa saja boleh, hanya saja beruntung dan tidaknya biasanya berkaitan dengan vote.
Lebih jauh, popularitas steemit patutlah dijaga dan terus diupayakan tumbuh citranya dengan baik. Dengan menjaga silaturahmi antar komunitas, memperbanyak dan meningkatkan kualitas karya, dan terus memperkenalkan steemit.
Sebab, teknologi terus berkembang dan dunia digital kejam adanya. Setiap yang muncul akan menghadapi ujian, jika tak mapan, manajemen tak baik, dan minimnya popularitas, maka bersiaplah gulung tikar. Di masa yang akan datang, dengan generasi milenial sebagai pangsa pasarnya terus menuntut hal-hal menarik, asik, bernilai serta bermanfaat. Baik untuk isi kepala juga isi kantong. Karena, tak bisa dipungkiri, bahwa kita akan memasuki kerja-kerja virtual, dimana suatu hari akan menjadi profesi yang dapat dibanggakan. Semoga Steemit tetap bertahan di tengah percaturan jagad digital.
Salam hangat, and Keep Steem On!



wah ternyata sudah masuk koran lagi, nanti bisa booming di indonesia kaka.
Iya. Saya menunggu diulas koran Kompas.
Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by lontuanisme from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.
If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.