Renungan Di Ujung Akal
Sahabat steemian semuanya.
Beberapa saat yang lalu seorang sahabat saya mengirim sebuah pesan melalui WhatsApp, bahkan lebih mirip dengan sebuah artikel.
Sebelumnya saya berencana membuat sebuah postingan sesuai saran teman sekaligus senior saya @munawar87, tapi pesan WA yang masuk telah mematikan akal saya untuk berfikir atau sekedar mencari bahan pencerahan. Segala sesuatu seolah menjadi begitu tidak bermakna, seperti sebuah harapan yang terkubur dalam kubangan waktu.
Perasaan gundah seakan menyesaki seluruh rongga dada, menghimpit perasaan menjadi beku dan kaku.
Teman saya menulis:
Batu karang tidak akan menjadi patung yang indah dan berharga, jika tidak mampu menahan rasa sakit dari pahat yang memotongnya
Agar kita menjadi pribadi yang indah, maka kita perlu menerima dan mematuhi peringatan.
Memahat kebiasaan baik dari perilaku buruk yg muncul dari diri kita sendiri.
Ibu mengangkat anak di pinggangnya untuk memeluk, memberi makan, minum dan untuk membuatnya tidur dalam dekapan lembut penuh cintanya.
Tetapi ayah mengangkat anak itu ke pundaknya untuk membuatnya melihat dunia yang tidak bisa dilihat anaknya.
Saya tidak sanggup untuk berharap agar pesan ini akan berguna untuk kita semua, tapi saya sangat berharap bila kita mau sedikit saja merenunginya.
Siapakah kita tanpa orang tua kita