Timbercrete dan kelebihannya
Serbuk kayu. sumber gambar
Salam, apa kabar teman-teman steemit? Senang berjumpa kembali dengan anda dan semoga sehat selalu. Hari ini saya akan berdiskusi masih mengenai material konstruksi, khususnya jenis material yang dianggap ramah lingkungan dan dapat dijadikan alternatif, semoga bermanfaat.
Mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan banyak para ilmuan dan insinyur mengusulkan penggunaan jenis material konstruksi yang ramah lingkungan, teknologi ramah lingkungan ini juga sering disebut “green technology”.
Pemanfaatan jenis material konstruksi ramah lingkungan disebabkan benyaknya hasil penelitian yang menyebutkan dampak negatif yang berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan oleh beberapa ahli, sehingga membuat para ilmuan harus berpikir ekstra untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Hasil penelitian menyebutkan dengan memanfatkan material konstruksi konvensional khususnya jenis material sintetis dapat menimbulkan alergi, gangguan pernafasan bahkan kangker. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa material k sintetis terbentuk dari berbagai proses kimia yang akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan jika digunakan secara menerus [sumber], walau dalam waktu yang lama.
Mengacu pada hal tersebut,akhirnya para ilmuan dan insinyur berinovasi untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan material konvensional dengan membuat beberapa jenis beton alternatif, diantaranya timbercrete.
Sebaiknya kita mengenal lebih dekat dengan jenis beton ini.
Block/bata timbercrete. sumber gambar
Sebenarnya timbercrete hampir sama dengan beton konvensional yang kita kenal yaitu semen, pasir dan kerikil yang membedakannya adalah jenis kerikil diganti dengan sebuk/potongan kayu, dengan mengganti kerikil dengan kayu justru menyebabkan timbercrete memiliki bobot lebih ringan dibanding beton konvensional.
Kayu merupakan jenis selulosa [sumber 3] yang banyak terdapat di bumi, selulosa dianggap dapat menyerap karbon yang terbentuk dari beton, sehingga dapat menanggulangi efek rumah kaca.[sumber]
Timbercrete dianggap dapat membantu mengurangi limbah serbuk kayu yang dihasilkan dari pemotongan menggunakan gergaji/industri furniture dan dapat menjaga udara tetap bersih dari karbon. Seperti yang kita ketahui bahwa, serbuk kayu tidak langsung dihasilkan dari menebang pohon.
Inovasi ini banyak meraih penghargaan sebagai material ramah lingkungan dan yang paling membanggakan adalah, timbercrete dianggap anti peluru.[sumber]
Dibanding dengan beton konvensional, timbercrete memiliki bobot dua kali atau bahkan lebih ringan dari beton/bata konvensional [sumber], beton/tanah liat memiliki berat rata-rata 2200Kg/m3 [sumber] maka bobot timbercrete bisa mencapai 900-1000 kg/m3. Karena memiliki bobot yang lebih ringan, timbercrete sangat tepat untuk digunakan pada bangunan lebih dari satu lantai.
Pemanfaatan timbercrete pada bengunan lebih dari satu lantai dapat mengurangi berat total bangunan sehingga anda dapat menghemat biaya saat membuat elemenstruktur.
Saat ini dibeberapa negara maju telah banyak industri penghasil timbercrete, timbercrete sendiri banyak dimanfaatkan sebagai pengganti bata dan beton block(paving block) dan lain sebagainya.
Keuntungan menggunakan timbercrete diantaranya.[sumber]
- Menyerap karbon
- Bahan baku yang melimpah
- Ringan
- Kedap Air
- Mudah dikerjakan
- Tahan api
- Bullerproof
- Embodied energy rendah
- Kenyamanan termal/menyerap panas
- Fleksibel
- Dapat meredam suara
Kekurangan menggunakan timbercrete diantaranya.[sumber]
- Mahal karena belum banyak yang menggunakan jenis material ini
- Lebih cocok digunakan pada daerah subtropis
Karena terbuat dari serbuk kayu menyebabkan permukaan timbercrete memiliki tekstur unik dan warna khas sehingga jika anda mengaplikasikannya sebagai pengganti bata, anda tidak perlu melakukan coating atau cat sebagai finishing dinding.
Timbercrete memiliki banyak kelebihan dibanding dinding konvensional, walau memiliki harga satuan yang lebih mahal dibanding bata/beton biasa, anda bisa langsung menggunakan dinding timbercrete tanpa harus menghabiskan biaya lainnya untuk melapisi permukaan dinding agar waterproof, fire resistant dan kedap suara.
Cara membuat timbercrete.[sumber]
- Siapkan 1 liter semen, 2 liter pasir dan 3 liter serbuk kayu, untuk hasil yang lebih baik anda juga bisa menambah 4 liter serbuk kayu.
- Campur bagian pasir dengan serbuk kayu secara merata
- Anda bisa mencampur semen secara perlahan dengan adukan sebelumnya
- Pastikan anda juga menambah air saat mengaduk hingga menyatu dan biarkan beberapa saat
- Anda bisa langsung menuang adukan ke cetakan dan biarkan hingga mengering.
Kesadaran lingkungan merupakan isu utama saat ini, sehingga banyak inovasi terbaru yang lebih ramah lingkungan telah diciptakan oleh para ilmuan, diantaranya beton timbercrete.
Menurut beberapa sumber, timbercrete adalah pilihan tepat untuk meminimalisir dampak rumah kaca, karena timbercrete bisa mencegah karbon terlepas di udara dan sebuah langkah untuk mengurangi limbah serbuk kayu yang selama ini masih kurang maksimal pemanfaatannya.
Timbercrete memeliki banyak kelebihan dibandingkan beton kovensional, diantaranya ringan, mudah dikerjakan dan dapat menyerap panas, timbercrete juga memiliki kekurangan diantaranya memiliki harga yang lebih mahal dibanding beton konvensional.
Untuk menghemat biaya, anda bisa mengaplikasikan timbercrete tanpa harus melapisinya dengan cat atau memplaster.
Anda bisa membuat timbercrete dengan menggunakan serbuk kayu, pasir dan semen. Biasanya timbercrete dimanfaatkan sebagai pengganti bata dan beton taman (paving block).
Hanya ini yang dapat saya tulis pada kesempatan ini, atas segala kekurangan dan kesalahan penulisan, sebagai hamba tuhan saya mohon maaf.
Terima kasih kepada teman-teman yang telah mengunjungi blog ini dan memberikan komentar yang bersifat membangun, juga kepada ilmuan yang telah mengorbankan waktu demi terwujudnya peradaban yang lebih baik.
Link Referensi
www.kharisibnuayyash.wordpress.com
Apakah anda menyukai sains? dengan menghargai karya milik orang lain dan tidak melakukan plagiarism maka anda dipersilahkan bergabung dengan steemSTEM dengan menggunakan tagging #science, anda juga bisa bergabung dengan kami di steemit chat/steemSTEM channel.
Jika anda pengguna bahasa Indonesia, maka anda bisa bergabung dengan kami indo-STEM dan di discord https://discord.gg/Mxcz6z
arghh. can't read it @kharrazi. sure its a wonderful post though!
you can ask me the conclusion of this post, XD
Ok. What's the conclusion of this post ? 😀🤗
I think this is the main conclusion point of this post :P
Thanks @kharrazi. 👍🏼 as usual
You're welcome @huitemae :)