Mensyukuri Nikmat Kerja

in #indonesia8 years ago (edited)


source
Perkenalkan (lagi), Saya seorang guru honor di SMA swasta di Medan. Asal Bener Meriah, Provinsi Aceh. Bulan februari ini tepatnya sepuluh tahun saya merantau ke kota Medan. Meskipun hampir enam tahun lulus kuliah, saya tidak serta merta kembali ke kampung halaman untuk mencari kerja.

Memang saya akui, semenjak tahun 2010 ke atas, pembukaan tes PNS di daerah tidak marak lagi. Hal ini yang menyebabkan saya enggan mancari pekerjaaan di kampung halaman.

Rasa cemas akan ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan sudah saya hadapi dari tahun 2010. oleh akrena itu, saya mulai melatih diri untuk persiapan mengikuti tes-tes sebagai pengajar di BIMA, salah satu Bimbingan Belajar terkemuka di kota Medan saat itu. Segala puji bagi Allah, saya diterima setelah menjalani masa training selama seminggu penuh.

Saya masih ingat tantangan yang saya hadapi saat mengajar anak kelas XI Man 2 Medan untuk pertama kalinya. Hari itu Jumat siang, sekitar pukul 2.00 WIB. Selain datang lebih awal untuk memastikan lokasi sekolah, saya juga harus mencari mesjid terdekat sebelum melaksanakan shalat jumat. Sungguh, daerah sekolah tersebut masih asing bagi saya.

Pindah Kerja


source
Pada tahun 2012, saya pindah kerja ke lembaga pendidikan PRIMAGAMA. Di lembaga ini, saya juga diikutkan dalam pelatihan tentor selama 3 hari 2 malam di gedung P4Tk Medan. Beberapa pelatih dari Jawa yang sangat kompeten sengaja didatangkan. Jujur, pemahaman saya menjadi pengajar meningkat dari kegiatan ini.

Tak berselang lama, saya kemudian diterima di SMA Swasta ini. Di tempat baru ini, saya tidak hanya dibutuhkan sebagai pengajar. Saya juga dituntut menjadi pendidik yang disiplin bagi peserta didik. Tak terasa sudah hampir enam generasi peserta didik telah berhasil saya bantu untuk melanjutkan pendidikannya demi mencapai masa depan yang lebih baik.

Kenapa harus bersyukur

Setiap pekerjaan pasti memiliki resiko dan harus dipertanggungjawabkan. Biasanya kita akan bersyukur bila membandingkan kehidupan kita dengan orang yang tidak seberuntung kita. Itulah yang saya alami beberapa hari ini saat mendengar kabar dari teman-teman guru di Bener Meriah, Aceh yang tidak terpilih sebagai guru kontrak. Sempat beredar kabar heboh yang menyebutkan adanya rasionalisasi honor daerah akibat meledaknya jumlah honor yang membebani anggaran pendapatan daerah. Pemerintah Daerah akhirnya mengalihkan status honor tersebut ke status kontrak melalui tes. Tentu saja secara tidak langsung, proses ini akan merumahkan tenaga honor yang tidak terpilih nantinya.

Banyak teman-teman yang merasa dipecundangi oleh proses seleksi tersebut. Mereka menganggap ada indikasi keterlibatan kepentingan pejabat lokal. Bahkan mereka menganggap bisa jadi sebelum seleksi dilaksanakan sudah ada nama-nama guru yang akan naik statusnya menjadi guru kontrak. Tentang persepsi ini, saya merasa kebingungan dan tidak tahu harus berkata apa.


source

Hal positif yang bisa saya petik adalah saya beruntung mengambil keputusan untuk tidak menyandarkan masa depan saya kepada pemerintah daerah. Saya beruntung telah menganalis dan membuat perhitungan seberapa besar potensi saya untuk mendapatkan pekerjaan di daerah dibandingkan di kota. Dan saya beruntung karena Allah masih memberikan rahmat dan karunianya untuk saya menjalani pekerjaan saya hingga saat ini agar saya bisa memberi nafkah bagi keluarga saya.

Intinya teman-teman, bersyukurlah menjalani apapun jenis pekerjaan kita. bersyukurlah meskipun ada rasa lelah setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. Karena lelah juga merupakan nikmat bagi tubuh yang masih hidup. Ayo semangat kerja!!!


source

Sort:  

Wah abang ini ngerti kali perasaan adek yang 2x ikut cpns tapi nggak jebol padahal biaya ngurus berkas2nya gak murah... saya pecundang banget.

Ahahaha..
Bahkan klw saya sx pon blm prnh coba @elvizakiyah :)

Pola pikir dan cara pandang memang harus di ubah dalam menghadapi sebuah tantangan dan persaingan. Cerita tenaga kontrak di Bener Meriah adalah sebuah manifestasi yang salah dari sebuah cara pandang yang sudah membudaya dikabupaten ini.
Jika belum PNS atau bekerja dengan pemerintah, seseorang belum ada apa-apanya, makanya tidak heran asal dengan pemerintah Honor dan Baktipun jadi.

Salut saya atas tulisan @jamanfahmi yang sarat dengan motivasi.

Sukses dan terus berkarya

Salam hangat dari Bener Meriah.

Abg pe ari sekien ku tos tulisen oya baru singah..
Gelah gati yoh bg @najmifajar
Hehehe

Ngenal oros ilangni ke turah maklum, bohmi suderengku, singah aku

Vote and follow @zulfahri220893
Like back bos

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.101
BTC 64172.89
ETH 1818.63
USDT 1.00
SBD 0.38