Malaikat
"Tuhan aku ingin bertanyak kepada Mu" kata sang anak kepada Sang Penciptanya.
Sang anak sesaat sebelum ia singgah di dunia, timbul keraguan dan ketakutan dalam dirinya akan tempat itu. Perasaan itu semakin kuat dan menyeruak di dalam dadanya. Sebagai ciptaan ia sadar hanya kepada Tuhannya semua kegelisahan dan ketakutan dalam dadanya dibentang dan diteduhkan.
"Wahai Tuhanku, mengapa Engkau mengirim aku ke dunia itu. Apakan tempat itu, layak menjadi tempatku" tanya sang anak kepada Tuhannya.
"Tentu" Tuhan menjawab.
"Di sanalah tempat yang akan membuat dirimu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan di sana juga kau akan menunjukan apakah kau akan menuruti Ku atau menentang Ku" lanjut Tuhan.
"Tuhan seperti yang telah Engkau ketahui, bahwa dunia itu adalah tempat baru dan asing bagiku. Bagaimana aku bisa hidup disana?". Tanya sang anak.
"Malaikat Ku, akan menuntunmu" jawab Tuhan.
"Tuhan, di dunia banyak orang yang saling bermusuhan dan membunuh. Tentu aku bisa dibenci dan terbunuh oleh tangan mereka. Dan bagaimana mungkin aku akan hidup dengan berbagai macam badai dan ganasnya para binatang riba peradaban". Sang anak kembali bertanya.
"Malaikat Ku akan melindungimu, dia rela mengorbankan nyawanya untuk dapat menjaga dirimu". Jawab Tuhan.
"Wahai Tuhanku, aku tidak bisa berbicara dan mengerti bahasa mereka, dan aku juga tidak bisa memakan makanan mereka, sebelum Engkau memberiku gigi yang kuat". Keluh Sang anak.
"Malaikat Ku, dia akan membuat dirimu mengerti semua yang mereka bicarakan, dia akan mengajarimu kata dan huruf. Dan dia juga memberimu makanan yang paling lezat dari dirinya sendiri". Tuhan menjawab.
"Baiklah Tuhan, sesaat lagi aku akan kedunia, dan kita akan berpisah, apakah aku bisa bertemu dengan Mu lagi". Tanya anak dengan wajah sedih.
"Malaikat Ku akan mengajari dan menuntunmu untuk menghadap Ku. Dia akan mengajarimu cara mencintai, memiliki, memberi dan semua kebaikan budi. Dia akan mendidikmu bagaimana cara hidup di bumi, membelai dan menyentuhmu dengan lenting jemarinya yang lembut. Tuturnya lembut saat mengajakmu berbicara, dia selalu akan mendukung dan menghiburmu disaat kau sedih. Memberi senyuman yang indah. Dia akan memilih menahan lapar demi membuat kau kenyang. Dia akan selalu bersamamu, karena dia menjaga dan merawatmu dengan cinta". Tuhan menjelaskan.
"Tuhan, ijinkan aku bertanya untuk terakhir kali sebelum aku pergi kedunia Mu. Jika boleh aku tahu siapa nama Malaikat Mu itu". Tanya sang anak dengan penuh harap.
"Kau tidak perlu tahu siapa nama Malaikat Ku itu, yang pastinya engkau akan memanggilnya dengan sebutan IBU".

This post has received a 3.16 % upvote from @nettybot thanks to: @jamalgayoni.
Send 0.100 SBD to @nettybot with a post link in the memo field to bid on the next vote.
Oh, and be sure to vote for my owner, @netuoso, as Steem Witness
Have a great day!
top Markotop
@jamalgayoni got you a $1.46 @minnowbooster upgoat, nice! (Image: pixabay.com)
Want a boost? Click here to read more!