Book Review: Stolen Innocence
Buku ini ditulis oleh Elissa Wall dan Lida Pulitzer berdasarkan kisah nyata dari sekte Mormon The Fundamentalist Church of Latter Day Saints. Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Dastan Books, Jakarta pada September 2009.
Membaca buku ini kita mengetahui bagaimana prilaku para penganut sekte Mormon The Fundamentalist Church of Latter Day Saints yang meyakini sekte tersebut sebagai sebuah agama, dan dipimpin oleh seorang yang mereka yakini sebagai nabi, kata-katanya dianggap sebagai wahyu Tuhan yang harus dipatuhi.
Stolen Innocence ditulis berdasarkan kisah nyata
Dalam sekte ini, poligami menjadi suatu syarat yang harus dipenuhi oleh lelaki jika ingin masuk ke surga. Paling tidak seorang lelaki harus memiliki tiga orang istri agar pintu surga terbuka untuk dirinya. Para pemuka sekte ini dapat memperistri lebih dari sepuluh orang perempuan dengan puluhan anak yang hidup bersamanya dalam sebuah rumah.
Para perempuan dapat saja menolak jika dengan praktik ini. Namun dengan keyakinan, yang selalu ditanamkan oleh pemimpin agama di kelompok mereka, bahwa titah nabi adalah perintah Tuhan, maka tidak banyak diantara mereka yang berani untuk melawan.
Adalah Elissa Wall, salah satu putri keluarga pengikuit sekte ini yang menulis salah satu kisah tragis anak-anak yang dibesarkan di lingkungan sekte itu. Ia tidak hanya diajarkan untuk selalu patuh pada setiap perintah dan larangan yang keluar dali mulut nabi, namun juga dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak dicintainya, bahkan dibencinya, di usia yang masih sangat muda.
Pernikahan yang diatur dan direkayasa membuat Elissa mengalami depresi berat. Elissa masih muda dan sangat tidak siap untuk menikah. Ia dipaksa oleh Allen, suaminya, untuk melakukan hubungan badan. Elissa menolak karena merasa katakutan dengan sesuatu yang sama sekali belum pernah didengar ataupun diketahuinya. Namun Allen terus memaksa. Ia pun memerkosa Elissa.
Elissa tidak tinggal diam. Ia terus berusaha menghindari dari Allen. Ia pun semakin kritis mempertanyakan ajaran sekte yang diikutinya itu. Ulahnya ini membuat panas telinga para pemuka sekte. Ia diancam untuk melakukan pertobatan darah yang mengancam nyawanya. Pada suatu kesempatan yang tepat Elissa melarikan diri dari kelompok itu.
Pada akhirnya Elissa melaporkan perlakuan pemimpin sekte terhadap dirinya kepada polisi. Sang nabi pun ditangkap dan diseret ke pengadilan. Dari proses pengadilan terbongkar bahwa Warren Jeffs yang dianggap nabi, yang dianggap mewakili Tuhan, ternyata tidak lebih dari nabi palsu yang hanya ingin mencari keuntungan belaka. Warren pun dijatuhi hukuman atas tuduhan pemerkosaan.
Hello, @isnorman! You just received a vote from realityhubs curation account. Thanks for publishing your awesome review with the RealityHubs tag. Use the RealityHubs interface www.realityhubs.com to publish your reviews and receive greater rewards.
You can also delegate to our curation account (@reality.curate) to get a daily RHB reward. For more information, click here. To delegate, use any of the links below:
50SP,100SP,150SP,200SP,250SP,300SP,500SP,1000SP,1500SP,2000SP,50000SP,100000SP.
Customize
Do you want to get 400,000 RHB delegated to you to reward fellow awesome reviewers on the platform? Click here to learn how to apply for a delegation.
We love to see great reviews like yours and we look forward to seeing more awesome reviews from you.
Cheers!
RealityHubs Team