WHY CHEMICAL IN OUR FOOD.
Chemicals on Food. ( Bahan Kimia Pada Makanan).
Have we ever thought, in our daily lives almost 90 percent of us consume the chemicals present in the foods we eat.
Chemicals found in foods are substances that are never suspected. These chemicals may appear, but we can not really let them, because they can cause havoc.In this case, certain harmful chemicals present in our diet can be in the form of food preservatives, food additives and food contaminants.
- Pernahkah kita berpikir, dalam kehidupan kita sehari-hari hampir 90 persen kita mengkonsumsi bahan kimia yang ada dalam makanan yang kita makan.
- Bahan kimia yang ditemukan dalam makanan adalah zat yang tidak pernah dicurigai. Bahan kimia ini mungkin muncul, tapi kita tidak bisa benar-benar membiarkannya, karena bisa menyebabkan malapetaka.
There is a level of toxicity in every nutrient, this means there are levels where we can consume some chemicals, some are not. before it starts to affect our body systems negatively.
- Dalam hal ini, bahan kimia berbahaya tertentu yang ada dalam makanan kita bisa dalam bentuk bahan pengawet makanan, aditif makanan dan kontaminan makanan.
- The purpose for our own awareness of this food, where people know the effects of consuming chemicals in food.
- With that we can learn some chemicals in food and reduce the intake of nutrients or avoid it.
- These chemicals are used as preservatives, dyes, flavors and so on.
- Ada tingkat toksisitas pada setiap nutrisi, ini berarti ada tingkat di mana kita bisa mengkonsumsi beberapa bahan kimia, ada juga yang tidak. sebelum mulai mempengaruhi sistem tubuh kita secara negatif.
- Tujuan untuk kesadaran kita sendiri akan makanan ini, di mana orang tahu efek mengkonsumsi bahan kimia dalam makanan. Dengan itu kita bisa belajar beberapa bahan kimia dalam makanan dan mengurangi asupan nutrisi atau menghindarinya.
- Bahan kimia ini digunakan sebagai pengawet, pewarna, rasa dan sebagainya.
- In addition, food or cuisine can not be separated from toxic chemicals.
- Selain itu, makanan atau tempat memasak pun tidak terbebas dari bahan kimia beracun.
For example ice cream. (misalnya es krim)
- This food contains the following ingredients:
- Benzyl aseta, an additive that gives you a taste of strawberries.
- Di-ethyl glycol, the emulsion-maker of the egg substitute. These chemicals are also anti-clotting agents and also pain relievers.
- Butyl-aldehyde, artificial flavors are also used in rubber adhesives.
- Amyl acetate, an additive which is also used in products such as oil solvent paints.
- Makanan ini mengandung bahan berikut:
- Benzyl aseta, aditif yang memberi Anda rasa stroberi.
- Di-etil glikol, pembuat emulsi pengganti telur. Bahan kimia ini juga merupakan elemen dalam agen anti pembekuan serta obat penghilang rasa sakit.
- Butil-aldehida, rasa buatan juga digunakan pada perekat karet.
- Amil asetat, aditif yang juga digunakan pada produk seperti cat pelarut minyak.
At America, about 30,000 new chemicals are produced each year. Indeed, we are living in a new era of organic chemicals. Some of these chemicals are very familiar to us.
But some of us do not know anything that has never existed before in the earth; So, no living thing knows how to adapt it.
- hampir disemua negara negara maju, sekitar 30.000 bahan kimia baru diproduksi setiap tahunnya. Memang, kita hidup di era baru bahan kimia organik. Beberapa bahan kimia ini sangat kita kenal.
- Tapi beberapa dari kita belum tahu apapun yang belum pernah ada sebelumnya di bumi; Dengan demikian, tidak ada makhluk hidup yang tahu bagaimana cara menyesuaikannya.
One such group of synthetic compounds is organo chlorine, these chemicals contain carbon, hydrogen, chlorine, and other halogens and rarely, if any, found in nature.
Organo chlorine is dangerous, because:- Can not be eliminated or very difficult to issue.
- It is always in the environment and in the human body.
- Fat dissolves.
- Accumulate and concentrate in the food chain.
- Salah satu kelompok senyawa sintetis tersebut adalah organo klorin, bahan kimia ini mengandung karbon, hidrogen, klorin, dan halogen lainnya dan jarang, jika ada, ditemukan di alam. Organo chlorine berbahaya, dikarena:
- Tidak bisa dieliminasi atau sangat sulit untuk dieliminasi.
- Itu selalu ada di lingkungan maupun di dalam tubuh manusia.
- Lemak larut.
- Akumulasi dan konsentrasilah dalam rantai makanan.
Here are some examples of chemicals we should be aware of because of potential health hazards, such as:
Vinyl chloride, a material for PVC pipe manufacturing and a number of plastic products, is known to be carcinogenic or cancer-causing.
Vinyl cyanide, used in plastic bottles, is toxic and can cause cancer.
Benzene is found in oil, gas, nylon, pesticides, adhesives, coatings, coatings, inks, paints and varnish that are toxic and can cause leukemia.
Tobacco, whether you are a smoker or not but inhaling smoke, is dangerous and can cause cancer.
Dyes in food and also cosmetics - avoid Red Dyes No: 2 (spinach) and No: 40.
Saccharin, which is known to be associated with bladder cancer.
Female sex hormones such as estrogen, progestin and androgen, DES or diethylstilbestrol are used as medicines and food additives.When using this material will cause uterine cancer, vaginal cancer, breast cancer and various other cancers.
Tamoxifen is a drug that has been widely prescribed in women with breast cancer. There is evidence that although this drug can reduce breast cancer in mice, other cancers grow very quickly. Its use can double the risk of uterine cancer, up to three times in patients can also increase the risk of liver cancer, liver failure, life-threatening blood clots and crippling menopause symptoms.
Nitrates found in salted meat, salted ham, bacon, lunch meat, when combined with other natural chemicals (secondary or tertiary amino) can form nitrosamines that can cause cancer. Foods contaminated with nitrate can cause stomach cancer, leukemia, and brain cancer.
PAH or polycylic aromatic hydrocarbon is karsibogenik or can cause cancer. These chemicals are found in roasted meat that is very charred and so on. Aspartame, used in low-calorie foods and so on, can lead to the development of brain cancer.
Formaldehyde is a carcinogen and a neurotoxin.
Talc, which is used in baby powder that is carcinogenic and can cause ovarian cancer.
Berikut adalah beberapa contoh bahan kimia yang harus kita sadari karena berpotensi membahayakan kesehatan, seperti:
- Vinyl chloride, bahan untuk pembuatan pipa PVC dan sejumlah produk plastik, diketahui bersifat karsinogenik atau penyebab kanker.
- Vinyl sianida, yang digunakan dalam botol plastik, bersifat toksik dan dapat menyebabkan kanker.
- Benzene ditemukan dalam minyak gas, nilon, pestisida, perekat, pelapis, pelapis, tinta, cat dan pernis yang beracun dan dapat menyebabkan leukemia.
- Tembakau, apakah Anda seorang perokok atau tidak tapi menghirup asap, berbahaya dan bisa menyebabkan kanker.
- Pewarna dalam makanan dan juga kosmetik - hindari Pewarna Merah No: 2 (bayam) dan No: 40.
- Sakarin, yang diketahui berhubungan dengan kanker kandung kemih.
- Hormon seks wanita seperti estrogen, progestin dan androgen, DES atau dietilstilbestrol digunakan sebagai obat-obatan dan aditif makanan. Bila menggunakan bahan ini akan menyebabkan kanker rahim, kanker vagina, kanker payudara dan berbagai jenis kanker lainnya.
- Tamoxifen adalah obat yang telah banyak diresepkan pada wanita dengan kanker payudara. Ada bukti bahwa meski obat ini bisa mengurangi kanker payudara pada tikus, kanker lainnya tumbuh sangat ganas. Penggunaannya bisa melipatgandakan risiko kanker rahim, hingga tiga kali di pasien sekaligus dapat meningkatkan risiko kanker hati, gagal hati, penggumpalan darah yang mengancam jiwa dan gejala menopause yang melumpuhkan.
- Nitrat ditemukan pada daging asin, ham asin, daging asap, daging makan siang, bila dikombinasikan dengan berbagai bahan kimia alami lainnya (amino sekunder atau tersier) dapat membentuk nitrosamin yang dapat menyebabkan kanker. Makanan yang tercemar nitrat bisa menyebabkan kanker perut, leukemia, dan kanker otak.
- PAH atau polycylic aromatic hydrocarbon adalah karsibogenik atau bisa menyebabkan kanker. Bahan kimia ini ditemukan pada daging panggang yang sangat hangus dan sebagainya.
- Aspartame, yang digunakan pada makanan berkalori rendah dan sebagainya, dapat menyebabkan perkembangan kanker otak.
- Formaldehid adalah karsinogen dan neurotoksin.
- Talc, yang digunakan pada bedak bayi yang bersifat karsinogenik dan bisa menyebabkan kanker ovarium.
- Some of the chemicals we mentioned above are just a few examples to give insight into the state of our current environment faced with the effects of commercialization and modernization.
- We can not escape from these chemicals because they have become part of our lifestyle, of course, unless we want to isolate ourselves to live in the remote mountains like a hermit..!
- Beberapa bahan kimia yang saya sebutkan di atas hanyalah beberapa contoh untuk memberi wawasan tentang keadaan lingkungan kita saat ini yang dihadapi dengan efek komersialisasi dan modernisasi.
- Kita tidak bisa lepas dari bahan kimia ini karena mereka telah menjadi bagian dari gaya hidup kita, tentu saja, kecuali jika kita ingin mengisolasi diri kita untuk tinggal di pegunungan terpencil seperti pertapa..!
Thank you for reading the contents of this simple post ...








