A Journey to Bogor, Part #1: antara Lhokseumawe dan Medan
Source. Tugu Kujang Ikon Kota Bogor
Tanggal 10 Oktober 2017 saya kembali ke Bogor. Kali ini bukan untuk kuliah lagi di IPB tetapi untuk mengikuti Seminas Nasional Perhorti, Perhimpunan Hortikultura Indonesia dari tanggal 11-12 Oktober 2017. Kegiatan dilaksanakan di IPB International Conference Bogor dengan tema “Inovasi Untuk Mempercepat Peningkatan Daya Saing Hortikultura”. Saya membawa makalah tentang tanaman Alpukat yang merupakan satu buah unggulan Aceh, Khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Makalah ini merupakan hasil penelitian yang dibiyai oleh Kemenristek Dikti tahun 2017.
Perjalanan dari Lhokseumawe ke Medan dengan pesawat terbang. Pukul sepuluh pagi saya sudah berada di Bandara Malikussaleh agar tidak tertinggal pesawat karena tiket saya pukul 11.10 WIB. Sampai di bandara saya langsung check in dan mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan. Semua berjalan lancar. Tunggu punya tunggu ternyata pesawat delay dan baru berangkat satu setengah jam dari jadwal yang seharusnya. Ah, terlambat mungkin itu sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia. Tidak perlu diprotes, nanti saya malah jadi orang aneh sendiri.
Ketika pesawat baru tinggal landas, saya menyempatkan diri menikmati pemandangan yang ada di bawahnya, pemandangan akan sumberdaya alam Aceh yang luar biasa. Sawah, hutan, laut, perkebunan dan pabrik-pabrik besar sisa kejayaan era 1980-an dan 1990-an. Ada pabrik perusahaan pupuk PT. AAF yang sudah “mati”, tidak beroperasi lagi hampir enam belas tahun yang lalu, sekarang sudah jadi besi tua. Dan ada juga pabrik pupuk PT. PIM, PT. Arun, PT. Humpus Aromatik, pelabuhan Kr Geukueh dan PT. Exxon Mobil. Perusahaan inilah yang telah menjadikan Aceh Utara di masa lampau sebagai daerah petro dollar. Saat itu Aceh Utara adalah kawasan industri terbesar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.
Pabrik pupuk AAF mungkin lebih tepat disebut “dimatikan”. Tahun 2000-an gas alam cari sebagai bahan baku utama masih tersedia di PT Arun, tetapi semuanya dijual ke luar negeri. Di sampingnya ada terdapat pabrik pupuk PT. PIM, pabrik pupuk yang dibangun oleh putra Indonesia. Saat ini ada PIM 1 dan PIM 2, namun keduanya nampaknya sudah mulai kurang sehat. PT PIM ditugaskan oleh pemerintah untuk memproduksi dan menyediakan pupuk bersubsidi kepada petani. Walaupun dekat dengan pabrik pupuk namun petani masih sering kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di tingkat pengecer.
Di samping pabrik PT PIM, ada PT Arun, perusahaan raksasa yang mengolah gas alam menjadi gas alam cair yang nanti diekpor ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Sangat banyak pendapatan yang masuk ke kas negara, akan tetapi sangat sedikit hasil penjualan tersebut yang dinikmati oleh rakyat Aceh. Nyaris tidak ada, sehingga timbul ketidaksukaan kepada pemerintah pusat. Ketidaksukaan itu kemudian dilakukan dalam bentuk pemberontakan. Dan tragisnya lagi, rakyat Aceh tidak tahu wujud dan kegunaan gas tersebut karena tidak pernah memakainya.
Setelah itu, terlihat juga PT. Humpus Aromatik, perusahaan milik Tommy Soeharto. Dan terakhir terlihat dari jauh PT. Exxon Mobil (mobil oil), perusahaan asing yang melakukan eksplorasi gas alam yang kemudian dialirkan melalui pipa bawah tanah untuk diolah menjadi gas alam cari oleh PT. Arun.
Source. Pabrik Exxon Mobil Aceh
Hayalan saya, jika saja semua ini dikelola dengan baik di masa lalu maka rakyat Aceh sudah sangat makmur sekarang. Hayalan tingkat tinggi tersebut sampai terbawa mimpi. Namun tiba-tiba saya terbangun karena ada pengumuman dari pramugari bahwa pesawat akan segera mendarat di Kualanamu Medan.
@cryptohustlin has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.
Thank you very much
Keren kali ah....bukan hanya ceritanya, tapi juga pola narasi
Oya.. so far so good? Terimakasih banyak. 😊
@cmtzco has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.
To receive an upvote send 0.25 SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
To receive an reSteem send 0.75 SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
To receive an upvote and a reSteem send 1.00SBD to @minnowpond with your posts url as the memo
Thanks a lot.
Luar biasa narasinya Pak @ismadi, saya masih tertinggal jauh dari Bapak dan perlu banyak belajar. Kita belajar gantian nanti di markas 1 NSC M Kupi Krueung Geukueh... hehehe...
Ah..jadi malu saya. Ok. Kita saling berbagi. Take and give lah kata orang-orang Inggris.
@reported has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.
Thank you
i like your post. hope you are healthy always
Thanks Sir.
@eileenbeach has voted on behalf of @minnowpond. If you would like to recieve upvotes from minnowponds team on all your posts, simply FOLLOW @minnowpond.
Ok. Thanks
Tulisan ini bagus sekali pak. Kayaknya kalau tulisan seperti ini banyak di Steemit pasti akan banyak vote.
Terimakasih Suhu @dsatria. Pelan2 mungkin saya mulai menemukan pola, irama & cara menulis. Sebelum postingan, saya banyak belajar dari tulisan Suhu, @ayijufridar, @masriandi serta Paus Aceh tentunya yaitu @teukukemalfasya.
bogor kota yang adem, tapi sayang bogor tak sedingin yang dulu
Iya benar. Dulu banyak pohon (tanaman), tp sekarang lbh banyak pohon beton.