REMAJA: FASHION, INTERNET DAN GAME
Tantangan menjadi remaja muslim di era global memang luar biasa. Gempuran datang dari berbagai sisi kehidupan untuk menghancurkan semangat beragama anak-anak remaja. Efek dari keterbukaan sistem politik telah memberi kesempatan pada setiap individu untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Maka pemilik modal dan mereka yang memiliki ide bisa bergabung menjadi suatu kekuatan penentu pola piker suatu masyarakat. Tulisan ini berusaha mengkaji sisi pengaruh fashion, internet dan game terhadap sikap hidup remaja
Di alam realitas hadirnya fashion (pakaian) yang beragam sebagai bentuk kretifitas, namun pada sisi yang lain juga dipengaruhi oleh cara berfikir bebas kaum liberal. Yang tentunya menghadirkan model baju sesuai dengan selera mereka. Begitu juga dengan internet dan game, di satu sisi internet sangat dibutuhkan remaja, namun pada sisi lain ada penghancuran luar biasa di sana dengan isi-isi teks, video, gambar porno yang kian mudah di akses.
Selanjutnya adanya game sebagai produk lanjutan dari teknologi telah memberi ruang baru bagi anak-ank utntuk tidak bersosialisasi dengan teman sekitar. Wah terasa makin pelik saja, gimana menjadikan masa remaja terlewati dari godaan fashion yang modis, internet yang canggih dan game-game yang kian membuih di dalam kehidupan mereka?
Fenomena fashion yang kini sangat mudah di tiru oleh remaja kita sangat gampang teramati. Begitu banyak anak-anak perempuan yang menggunakan model baju yang baru keluar dari para artis walau tidak Islami di satu sisi. Mungkin ada yang bertanya bukankah mereka sudah memakai jilbab. Jawabannya, ya, mereka sudah memaki jilbab, namun pertanyaan kita tentu akan dibalik lagi kepada para penanya. Sudah betulkah paduan jilbab anak-anak remaja kita? Karena tubuh secara terbagi tiga bagian besar, bagian atas (mulai dari dada, ke atas) bagian tengan dari bawah dada sampai pinggul dank e bawah d dari pinggul sampai kaki. Ketiga bagian tubuh ini memiliki bagian pakaian yang berbeda, baik laki-laki maupun perempuan. Begitu juga dengan model pakaian anak laki-laki yang kian banyak tidak mencerminkan sebagai pribadi Islami, dimana pakaian banyak yang amburadul dengan berbagai modelnya, mulai dari yang terbuka dilutut sampai pernak-pernik yang lebih menunjukkan pribadi tidak sehat.
Perhatikanlah ayat tentang kewajiban menunutup aurat yang salah direpresentasikan melalui jilbab bagi perempuan atau baju bagi laki-laki.
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)
Namun kehidupan remaja modern memang dilematis. Godaan lainnya datang dari internet. Di sekolah ank-anak diajarkan bahwa internet kebutuhan hidup orang-orang modern dalam mencari ilmu pengetahuan. Namun saat mereka membuak internet mereka mendapati bukan hanya ilmu pengetahuan di sana. Banyak sekali kehidupan di sana, internet adalah sebuah benua baru yang lebih biru dari benua eropa bagi manusia. Siapa saja bisa melakukan apa saja di sana, bisnis, belajar, mencuri, berdakwah dan sebagainya.
Sebagai sebuah benua “biru” yang liberal internet memang tidak ada norma. Anda bisa membuka situs porno pada saat bersamaan membuka naskah-naskah keagamaan. Itulah mata pisau yang paling tajam menggoda remaja modern, sehingga mampu menghabiskan waktu berjam-jam di sana.
Maka di sini peran orang tua sangat penting dalam member pengertian apa yang bisa dilakukan dengan internet atau tidak. Berilah wawasan dan damping anak, komunikasikan cara mereka berinternet yang sehat sangat penting sehingga tidak menjerumuskan mereka pada dunia hitam pornografi, perjudian dan bahkan trafficking melalui jaringan internet.
Game sampe subuh
Sebagian besar para pemain game adalah mereka yang suka tidur telat waktu malam. Mereka menghabiskan waktunya sampai berjam-jam di depan layar laptop/tv untuk bermain game. Para remaja yang kecanduan game bukan saja menjadi remaja yang biasanya tidak semangat pada siang hari Karena efek tidur telat. Mereka menjadi pribadi yang lebih tertarik dengan diri sendiri dan hayalan terhadap games yang sedang dimainkan.
Laporan terbaru pada 2011 pemain game di Indonesia sekitar 6.5 juta orang, meningkat lima ratus ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut pakar masih sangat besar peluang menjual game di Indonesia dengan penduduknya dua ratus juta orang. Bayankan bila ekspansi terus meluas dan penetrasi pemodal game di Indonesia makian kuat, maka akan semakin banyak anak-anak kita menjadi pencandu game.
Orang tua dan sekolah tentu punya kepentingan dan peran sentral dalam mengarahkan para remaja untuk tidak menjadi korban ketiga hal ini. Fashion, internet dan game adalah tiga hal yang diperlukan bagi remaja, namun membiarkan mereka sendiri tanpa dampingan orang tua dan lembaga pendidikan dengan memberi pemahaman yang baik adalah sebuah kesalahan. Maka dari sekarang perlu dibangun suatu kesadaran kepada semua kalangan untuk memberi perhatian masalah ini, sehinggga anak-anak remaja tidak menjadi korban sia-sia. Wassalam.
