Novel intan... halaman 5
(Selalu dalam Kenangan)... Kami sudah melewati banyak jalan, menelusuri lorong-lorong ruang waktu demi mencari tahu apa makna cinta, ketulusan, dan kesetiaan. Bukan hanya taman dengan bunga harum bermekaran yang pernah kami lalui, tapi kami juga seringkali melewati hutan sepi yang menciptakan ketakutan sehingga membuatku ingin terus berlari. Sudah tak berbilang berapa banyak luka yang sudah tersayat, juga berapa banyak air mata yang mengalir sia-sia karenanya. Kami selalu berusaha berteman dengan hujan, juga berusaha untuk mengakrabi badai hingga terkadang kami merasa lelah jika harus berjalan lebih jauh lagi. Namun, ada satu hal yang selalu kami rapalkan seraya saling menggenggam harapan, ‘Kita akan lalui semua bersama’.
Tak sedikit orang yang ragu dengan mimpi jika kelak kami bisa bersama. Namun, kami selalu percaya bahwa Tuhan selalu berpihak pada manusia yang selalu tulus berdoa, serupa kami yang saling menyebut nama dalam doa. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalin kasih, bukan juga waktu yang lama untuk kami saling memahami dan saling mengerti, karena terkadang kami pun masih diselimuti egois diri. Seringkali kami ingin melangkah pergi dan saling meninggalkan, tapi kami selalu sadar bahwa sebuah kepergian hanya akan menciptakan luka yang dalam.
novelnya bagus, jadi gk sabar mau baca yng selanjutnya.
darni,,, tunggu ya, pasti ada lanjutannya!