Kerinduan Marissa Pada Bintang

in Fungi Lovers5 years ago

woman-2917779_1280.webp


Hatiku selalu bergetar dan sangat ingin untuk menyentuh bintang yang bersinar terang di langit barat daya, begitulah ungkapan yang pernah keluar dari mulut Marissa, seseorang yang telah terkenal berkat karya indah puisinya berkolaborasi dengan Lukman mantan Pengamen yang menjadi pendamping Marissa dalam hal puisi.

Hampir setiap setiap sore hari Marissa mengucapkan kata yang sama "Ingin Menyentuh Bintang Terang di langit barat daya", dan hal itu suatu ketika terdengar langsung oleh Lukman dan membuatnya kaget dan bertanya-tanya apa yang sedang di pikirkan oleh Marissa dalam benak Lukman.

Satu, dua & tiga kali mendengar Marissa mengucapkan kata yang sama dan Lukman tidak mengajukan pertanyaan apapun dia beranggapan bahwa Marissa sedang merangkai beberapa bait kata untuk puisi mereka, paling" Marissa sedang menciptakan sebuah puisi berbau Cinta pungkas Lukman dalam hati.

Setelah Marissa mengucapkan kata tersebut dia tersenyum dengan wajah penuh harapan, dan kemudian dia mengalihkan pembicaraan untuk puisi terbaru mereka, dan Lukman mengambil gitar untuk memainkan perlahan sehingga ritme yang di hasilkan sangat indah.

Marissa mulai membacakan puisi

"Bintang sudah sekian tahun engkau berada di tempat tertinggi, setiap hari aku hanya bisa tersenyum melihat keindahan cahaya di sekelilingmu".

"Mungkinkah suatu hari nanti aku bisa memilikimu, aku tidak berani mengungkapkan perasaan yang ada padamu secara langsung wahai bintang yang telah mencuri perhatianku".

" Aku sendiri tidak tau perasaan apa yang sedang merasuki hidupku, hingga membuatku tidak berdaya jika belum melihat engkau bermunculan di hadapanku".

"Wahai bintang yang unik muncullah setiap saat di hadapanku, sehingga memberikan aku sebuah alasan untuk terus menghembuskan nafas".

"Bintang Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, sehingga melalui puisi perasaanku tercurah dan engkau dapat mengerti sinyal cinta tulus dariku".

Setelah selesai membaca puisi Marissa meneteskan air mata kerinduan yang tak terbendung, membuat Lukman sedikit panik dan ingin mendekap Marissa layak seorang kekasih, namun Lukman tidak bisa melakukan hal tersebut karena Lukman melihat Marissa sebagai teman kerja.

Marissa kemudian berkata, Lukman biasakah aku bersandar di bahumu? Aku sedang di Landa kerinduan, seluruh tubuhku terasa lemas dan gemetaran, aku tidak berdaya untuk melangkah, biarkan aku bersandar di bahumu sejenak.

Sambil bersandar Marissa masih meneteskan air mata kerinduan dan mengajukan pertanyaan kepada Lukman, menurutmu apakah bintang bisa mengerti apa yang sedang aku rasakan ? Aku tidak tau cara lain untuk menyampaikan perasaanku padanya, mungkin puisi adalah metode terbaik bagiku untuk menyampaikan perasaan padanya.

Lukman menjawab aku tidak tau pasti tentang kebenaran, namun aku berharap bintang bisa bersamamu sampai akhir hayat, aku tidak tau harus memberikan jawaban apa yang tepat untuk pertanyaanmu, karena hal itu benar-benar menyayat hatiku, aku tau betul rasanya di Landa kerinduan.

Marissa hanya terdiam, dan merasa puas atas jawaban yang di dapatkan dari teman kolaborasinya, dia tidak mengajukan pertanyaan lagi karena dia tidak bisa mendapatkan pasti atas kebingungan kerinduan.

Mau tau apa yang terjadi antara Marissa dengan Bintang? Ikuti saya untuk mendapatkan cerita selanjutnya di edisi mendatang.

Cerita di atas adalah fiksi, jika persamaan dalam penulisan Mimin minta maaf, dan sumber gambar dari pixabay.com.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.31
JST 0.075
BTC 63660.51
ETH 1667.20
USDT 1.00
SBD 0.42