Cinta Frappucino
"Kalau kamu ingin menyampaikan, aku lebih senang kamu bisikkan saja di telingaku. Lebih romantis," katamu membalas pesanku saat kukatakan "i love you" pagi tadi.
"Inginnya sih langsung... tapi..."
Aku sengaja tak menyelesaikan kalimat itu karena keburu sadar. Sadar kalau keinginan membisikimu dengan tiga kata keramat itu takkan terwujud seketika.
Kita harus menunggu katamu, kan? Setidaknya, kita harus menunggu agar waktu segera memangkas jarak. Ugh... "Aku kadang tak bisa sabaran..." kataku berterus terang. "Jauh darimu itu berat," kataku di lain waktu.
Rindu. Kita sangat sering membicarakannya. Lukisan perasaan terabstrak yang pernah kutemukan. Pesan-pesan yang kukirimkan untukmu itulah caraku menundukkan rindu agar tidak merajalela. Aku tak ingin dijajah oleh rindu, karena itu aku selalu berbagi denganmu. Agar kau turut merasakan bagaimana terjajahnya aku oleh perasaan ini.
Aku tak ingin merahasiakan apa pun darimu. Dan senyaman-nyamannya tempat berlabuh adalah hatimu. Aku, dengan rasa yang sesungguhnya telah menyerahkan hatiku untukmu. Thank you so much karena kamu memberi aku ruang untuk meringkuk di hatimu yang hangat.
Pagi tadi, ketika rindu tiba-tiba melesak di sela-sela aktivitas, aku mencoba menegukmu dalam secangkir frappucino karamel. Rasanya lembut, seperti lembutnya perlakuanmu terhadapku. Toping karamelnya membuatku teringat pada sepasang mata teduhmu. Mata yang selalu ingin kutatap karena di sanalah perigi yang mampu meredam semua amarah dan gejolak. Tetapi sampai besok pun rasanya aku tak sanggup menatap, apalagi menantang mata jernihmu.
Aku tak pernah tahu kapan kamu akan menemukan catatan ini. Aku sengaja menyelipkannya di sini. Aku menuliskannya diam-diam. Kuyakin kau pun akan menemukan dan membacanya diam-diam. Sini, mendekatlah, ingin kurapatkan bibirku ke telingamu, lalu berbisik: aku mencintai kamu, Sayang. Sangat![]
Posted from my blog with SteemPress : https://senaraicinta.com/2018/07/05/cinta-frappucino/

Ahh rindu....
Sama aku kan? 😅😝
Aq rindu memiliki rindu, karena rindu bukanlah sekedar rindu bila itu untukmu.
kalau rindu pulang dek....
Adek gak mau pulang kak.. Adek masih betah
Dua-duanya, pulang klen sekarang ya, kalau nggak mau Mamak jewer! Udah jam segini belum juga mandi #eh!
Enggak mau ahhh.. Lagi pacaran.
Gedubrak!
Posted using Partiko Android
Luruh rindu digigir diksimu. Atau malah semakin mencuat rasanya saat di seberang tawamu pecah kudengar.
Rasa ini seperti sel dengan pembelahan tercepat yang pernah ada.
Btw kenapa antara kau dan pun tidak diberi spasi? Jangan terlalu lekat, nanti ada yang cemburu.
sudah dipisahkan, belum bisa rapat-rapat kali memang...
Sukaaaaa😍😍
silakan dibaca ulang hihihiih
ea.......kalau sering nulis ginian nanti bisa dibukukan ini, bagus
insyaallah...anggap saja ini menabung naskah kan?
Meleleh ab dek wkwkwkw
ups....tak berani tanggung jawab adek ya bang.
Harus tinggung ni hayo wkwkw
Meluluhlantakan hati pembaca Kak,,
Terutama para Jomblo macam saya..
wkwkkk😅
hahahahahha aku yang menulis pun merasa luluh lantak wkwkkwkw