Macrophotography
Saat ini banyak fotografer yang sedang menggandrungi salah satu cabang fotografi yakni fotografi makro. Secara garis besar, fotografi makro adalah fotografi yang dilakukan secara close-up, umumnya dengan subyek yang berukuran kecil, dimana gambar yang dihasilkan jadi terlihat lebih besar daripada ukuran sesungguhnya. Lalu, bagaimana sesungguhnya konsep fotografi makro itu sendiri? Apakah obyek yang paling sering digunakan?
Secara konseptual, fotografi makro adalah proses pengambilan gambar dimana hasilnya berkisar antara 1:10 hingga 1:1 dari ukuran asli obyek tersebut. Misalnya, obyek yang Sahabat Fotografi ambil adalah semut, maka semut akan terlihat sangat besar bila dibandingkan dengan bentuk aslinya. Perbesaran ini dapat dilakukan dengan mendekatkan obyek dengan kamera, atau dari jarak tertentu dengan menggunakan lensa tele. Foto yang dihasilkan haruslah memiliki komposisi yang seimbang sehingga menghasilkan gambar yang hidup.
Obyek fotografi makro ada dua, benda mati/diam dan makhluk hidup. Obyek benda mati meliputi peralatan makan, makanan, perhiasan, uang koin, mainan, percikan air dan sebagainya. Sedangkan makhluk hidup dapat meliputi serangga, kupu-kupu, bunga, dan sebagainya.
Pemilihan obyek sebenarnya didasarkan oleh tujuan fotografi makro itu sendiri. Obyek benda mati biasanya ditujukan kepada tujuan promosi, hingga engineering. Sedangkan obyek benda hidup lebih tertuju kepada kebutuhan ilmiah (identifikasi satwa atau tanaman), hingga keindahan.
Pengertian macro photography adalah mengambil sebuah foto dengan hasil gambar atau objek berukuran kecil dengan jarak pengambilan gambar yang sangat dekat, detail, tajam, dan tanpa bantuan alat seperti mikroskopik. Objek kecil misalnya binatang kecil diambil untuk mengeksplorasi berbagai macam detail dan tekstur yang tidak dapat dilihat dengan jelas dan kasat mata.
Kamera tentu syarat mutlak yang harus dimiliki seorang fotografer. Kamera yang biasa digunakan oleh fotografer untuk mengambil gambar macro adalah kamera khusus SLR atau DSLR. Merek kamera SLR atau DSLR yang paling banyak dijual dipasaran dan juga sangat berkualitas adalah Canon dan Nikon. DSLR sendiri merupakan singkatan dari kata digital single lens reflect.
Sebuah kamera tentu memiliki lensa kamera. Dalam fotografi makro, lensa yang biasa digunakan adalah lensa berukuran fix 50 mm.
Flash trigger akan sangat dibutuhkan karena lampu flash eksternal pada kamera tentu tidak dipasang di body kamera, namun dipasang secara terpisah. Jika tetap dipasang pada body kamera akan beresiko, sehingga cahaya yang didapat dari lampu flash terhalangi oleh lensa yang telah diberi sebuah alat bantu tambahan untuk menghasilkan foto makro.
Mini tripod dapat digunakan sebagai sebuah alat tambahan. Untuk mengambil foto makro, tentunya seorang fotografi harus membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi, karena sekecil apapun gerakan yang mengganggu akan berdampak dan mempengaruhi foto makro yang dihasilkan.
Footnote
- https://www.saintd.co/2019/02/pengertian-macro-photography.html?m=1
- https://doss.co.id/news/konsep-fotografi-makro-untuk-pemula