Sebuah Kejutan, Mahasiswa Paksa Dosen Masuk Kelas
Biasanya, mahasiswa akan senang jika dapat kabar dosen tidak datang atau tidak masuk kelas. Tak kurang pula mahasiwa sengaja tidak menghubungi dosen yang belum datang agar perkuliahan bisa diliburkan.
Hari itu sesuatu yang berbeda terjadi. Saya sengaja pura-pura lupa jadwal, padahal saya sebenarnya kelelahan karena sudah beraktivitas sejak pagi tiada henti. Saya berharap seperti bulan lalu, mahasiswa tidak neuhubungi saya sehingga kelas diliburkan. Namun, saya salah kali ini. Sekelompok mahasiswa mendatangi saya ke kantor jurusan.
"Pak, kita masuk sekarang. Kami sudah menunggu dari tadi," ujar perwakilan mahasiswa tersebut.
"Saya lupa. Ohya, bukannya lab kita sedang didekorasi untuk acara besok? Jadi, kita libur saja hari ini ya," kilah saya.
"Ada ruang kosong di lantai dua, Pak. Kita masuk sajalah, Pak," mahasiswa lainnya mendesak.
Saya kehilangan alasan tatkala komisarisnya mengatakan bahwa sebagian teman-temannya sudah menunggu di ruang 2.04. Saya pun akhirnya menuju ruang tersebut.
Sesampai di ruangan, sebuah koor memecah keheningan. "Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun..." Lagu itu terus bergema seisi ruangan. Saya diam. Lalu tersenyum sembari menatap wajah orang-orang di depan saya satu per satu. Mereka semua perempuan. Hanya satu orang laki-laki.
"Jadi ini maksud kalian mengajak saya tetap masuk kelas hari ini? Dasar mahasiswa nakal," ucap saya becanda.
"Potong kuenya, Pak."
"Boleh, tapi semua harus makan kue ini. Banyak sama dibagi, sedikit sama dirasa," kata saya sambil mengiris kue tart hadiah mahasiswa angkatan 2016 kelas C itu.
Selesai makan kue bersama, saya tawarkan mereka makan bakso. Kami akhirnya menuju sebuah kedai bakso di Limpok. Di sana kami makan bakso bersama sambil merasakan nikmatnya silaturrahmi.
Begitu mendengar suara azan asar, saya pamit kepada mereka. Beberapa di antara mereka sempat terdengar mendoakan saya agar sukses, sehat, dan sebagainya.
Saya kira semua telah berakhir. Selesai salat asar di musalla Insan Kamil FKIP, saya bersiap-siap pulang. Tatkala sedang memasukkan laptop ke dalam tas, saya baca pesan WA saya masuk dari salah seorang mahasiswa semester enam.
"Pak, kita masuk Penulisan Kreatif sekarang. Kami sudah di ruangan."
"Kita libur saja hari ini boleh?" balas saya.
"Kawan-kawan sudah menunggu. Kita masuk sebentar saja, Pak."
Ketika membalas WA berikutnya, saya sudah dalam ruangan Subbag Kemahasiswaan FKIP. Saya sengaja sembunyi di sana, karena kalau masih di kantor jurusan, nanti mereka akan dengan mudah menemukan saya.
"Bapak sudah pinger-print. Berarti kita masuk," ujar seorang mahasiswa di depan pintu Subbag Kemahasiswaan. Ia sudah berdiri di sana bersama temannya. Saya tak pernah menyangka mereka akan menemukan saya di ruang Subbag Kemahasiswaan.
Saya tak bisa mengelak lagi. Saya masuk ke ruangan 1.01. Di sana sudah ramai mahasiswa menunggu, laki dan perempuan. Namun, lagi-lagi saya gagal mengajar. Saya malah mendengar ucapan selamat ulang tahun tiada henti dari mereka. Ada pula yang menyanyikan "Selamat ulang tahun".
"Ternyata kalian memaksa saya masuk bukan karena kalian rajin belajar, tapi karena mau ucapkan selamat ulang tahun. Ya sudah. Sekarang sudah selesai. Mari kita pulang," ujar saya sambil kembali ke kantor jurusan untuk mengambil tas lalu pulang.
Begitu saya buka pintu hendak pulang, sebuah teriakan selamat ulang tahun muncul di balik pintu. Sebuah kue coklat pun disuguhkan tepat di depan mata saya. Saya berusaha menghindar. Namun, mereka mengejar saya hingga ke lorong keluar. Beberapa mahasiswa malah mengoleskan pewarna kue di pipi saya. Saya tak bisa bergerak. Pun tak mungkin marah.
Singkatnya, saya kembali mencicipi kue pemberian mahasiswa. Merek pun menyatakan puas telah makan kue bersama saya diikuti foto bersama.
Momen ini menjadi kenangan terindah saya di tahun 2018. Terima kasih, teman-teman belajarku. Terima kasih atas doa dan ucapan selamat ulang tahun dari kalian.
Banda Aceh, 20 April 2018
HRN
Selamat Pak @hermanrn
Sepertinya Bapak dosen favorit mahasiswa ya hehehe...
Hahaha... Masih dugaan tuh.
Mudah-mudahan Pak @hermanrn menyisakan kuenya untuk awak FAMe yang akan berjumpa Rabu ini hehehe..
Dosen teladan keknya nih.....
Lagee lam film. Saya yakin tak satu pun dari mereka itu nanti dapat C, kalau gak B plus pas A he he he. Kraaaakkk brader @hermanrn