"Banda Aceh is a very beautiful place surrounded by beaches, and people who lived here are so nice and friendly. Also I feel less stress here, as life is so slow here," said rio.
"Banda Aceh adalah kota yang sangat indah, belum lagi penduduk aslinya sangat ramah-ramah, pantai2 yang mengelilingi kota ini juga membuat saya semakin betah untuk tinggal disini. Saya juga suka dengan keadaan yang santai dikota ini, sehingga menjauhkan saya dari rasa stres", kata2 itu diucapkan oleh Rio, ketika saya menanyakan apa yang membuatnya memilih untuk berlama2 di kota saya, apa sih yang menarik dari kota ini?
Rio is my friend from Manila, Philippines. Her real name is Maria Rosario. She has been staying at my hometown for few months, and somehow we become a close friend. I don't even sure what is the reason, even my English not that good.
Anyway, since she staying here, I have introduced her about my culture, take her to some coffee shops as she loved coffee, and we love to talk about our life, our dreams, and our past. Lol
Rio adalah teman saya yang berasal dari Manila, Filipina. Nama aslinya adalah Maria Rosario. Wanita asal Filipina ini sudah tinggal di Banda Aceh selama beberapa bulan, dan entah dengan alasan apa, kamipun menjadi teman baik, padahal bahasa Inggris saya pas2an, sehingga kadang2 saya harus menggunakan bahasa isyarat... haha... kalau dipikir2 memang lucu
Rio wasn't a Muslim, actually I was so wonder why did she wear hijab? She said that she just wanted to know how it feels, you know... like down to the earth (as most of muslim here wear hijab). She also love to act as if she is an Indonesian, lol. She can speak bahasa a little.
Agama? Tentu saja dia bukan seorang Muslim, bahkan dari namanya sudah jelas mengenai apa yang ia yakini, memang dia suka "berkeliaran" dengan menggunakan hijab, alasannya simpel, dia hanya percaya dengan pribahasa "dimana bumi di pijak, di situ langit dijunjung". Dia ingin bercampur dan merasakan bagaimana rasanya menggunakan hijab, selain itu dia juga punya hobi mengaku bahwa ia asli Indonesia. Tapi, pernah sekali ketika kami berjalan2 dipasar malam seseorang membulinya, menurut laki2 itu logat Rio sangat dibuat2, sehingga saya naik tensi dan mengatakan bahwa Rio bukan orang Indonesia, dst. Tapi Rio malah tenang2 saja dan menarik saya, katanya "it's Ok hani, he is just a narrow minded person".
Apparently Indonesian and philiphino (that's what she called her self) have so many similarities, from culture, way of life, even some words, likes itik (duck), manok (chicken), dinding (wall), and so on. I met Rio when I was hanging out with my friends from USA & Canada, and from that time we become friends.
I ruin our groupfie, hahaha... well that's what I love 😋 here in this kebab restaurant, I know more about Rio, and we end up sharing our phone numbers, and from here... we become friends.
If you wanted to be an open minded person, meet more people, make friends with people from different culture, different age, different race, different religion, and travels". In short make friends with people from completely different background from you, and you will see the world in a different view.
Hehehe... Pengalaman yah...
Hahaha..... begitulah kak 😆
Nyoe baroe lon pateh hahha @hananan
Peu nyang neu pateh?
Saya juga kurang senang jika teman saya dibegitukan orang2. Dan saya suka kalimat penutupnya, cara menjadi open minded person. The best han! 😉
Makasi hime ^ ^
You know me lah, kalau temen aku diganggu gimana reaksi aku 😂
Bahasa isyarat :)
Haha, begitulah 😂
Kapan2 kenalkan dengan teman Filipina itu ya? Apa tujuannya di Banda Aceh? Risetkah?
Mengajar bhs. Inggris... ^ ^
If you wanted to be an open minded person, meet more people, make friends with people from different culture, different age, different race, different religion, and travels". In short make friends with people from completely different background from you, and you will see the world in a different view.
Resteem
Thanks
Thanks????
Makasi banyak banyak
Masama honey