CAKRA DONYA
Penanda koharmonisasi kesultananPasai dengan Dinasti Ming
Abad Ke 15, Laksamana Cheng Ho menyerahkan Cakra Donya keada Sultan Pasai pada satu Ekspedisinya Ke Aceh
Abad Ke 16, Pasai berada dalam kekuasaan kesultanan Aceh Darussalam, Cakra Donya dibawa Ke pusat Kesultanan oleh Sultan Ali Mughayatsyah.
Abad ke 17, Sultan Iskandar Muda meletakkan Cakra Donya dalam kapal Perang Aceh. Nama Cakra Donya Diambil dari nama kapal Tersebut.
Abad Ke 19, Cakra Donya digantung di bawah pohon di Depan Kantor Regional Belanda Kuta Raja, kemudian menjadi koleksi museum Aceh sejak desember 1915
The significance of coharmonization of the sultanate of the Ming Dynasty
In the 15th Century, Admiral Cheng Ho handed Cakra Donya to Sultan Pasai on his Expedition to Aceh
The 16th century, Pasai was in the power of the Sultanate of Aceh Darussalam, Cakra Donya was brought to the Sultanate center by Sultan Ali Mughayatsyah.
In the 17th century, Sultan Iskandar Muda placed Cakra Donya in the war of the Aceh War. The name Cakra Donya is taken from the name of the ship.
In the 19th century, Cakra Donya was hung under the tree in front of the Dutch Regional Office of Kuta Raja, then became a museum collection of Aceh since December 1915

