Mengenang Tragedi Gurita

in #busy8 years ago (edited)

Dear sahabat stemian!!!

Tepat pada hari ini 19 Januari. 22 tahun yang lalu sebuah tragedi memilukan terjadi di Perairan Laut Aceh. Sebuah Kapal Muatan Penumpang (KMP) GURITA tenggelam saat berlayar dari Banda Aceh menuju Sabang.


1516376493391.jpg
sumber foto : www.google.com


KMP Gurita adalah kapal feri yang tenggelam antara 5 - 6 mil laut dari Perairan Teluk Balohan, Kota Sabang, Aceh, yang terjadi pada tanggal 19 Januari 1996. KMP Gurita merupakan alat transportasi utama yang menghubungkan Banda Aceh dan Sabang.
Berdasarkan data yang dihimpun, 40 orang dinyatakan selamat, 54 orang ditemukan meninggal, dan 284 orang dinyatakan hilang bersama-sama dengan KMP Gurita yang tidak berhasil di angkat dari dasar laut.
Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Malahayati pukul 18.45 WIB menuju kota Sabang tanggal 19 Januari 1996. Dan seharusnya tiba di Pelabuhan Balohan pukul 21.00 WIB.
Kapal ini menurut saksi mata yang menyaksikan keberangkatan, melihat kapal memang kelebihan sekaligus sarat muatan, karena kapal yang memiliki kapasitas 210 orang, ternyata disesaki hingga mencapai 378 orang (282 orang warga Sabang, 200-an warga luar Sabang, serta 16 Warga Negara Asing, itupun diperparah dengan muatan barang yang mencapai 50 ton, meliputi 10 ton semen, 8 ton bahan bakar, 15 ton tiang beton listrik, bahan sandang-pangan kebutuhan masyarakat Sabang serta 12 kendaraan roda empat dan 16 roda dua. Kejadian itu terjadi tiga hari sebelum pelaksanaan ibadah puasa, yaitu 22 Januari 1996.
Di kegelapan malam yang mencekam itu, KMP Gurita mengalami gangguan cuaca dan angin kencang dari arah timur. Terjadinya gangguan, ditambah muatan yang melebihi kapasitas, mengakibatkan kapal tersebut menjadi oleng. Nakhoda tak dapat menguasai kapal yang oleng ke kiri dan ke kanan. Saksi mata mengatakan pada pukul 20:15 WIB, kapal penyeberangan itu masih terlihat dari pelabuhan Balohan. Lampu masih terlihat jelas dari KMP Gurita. Namun sekitar pukul 20:30 WIB, kapal penyeberangan itu sudah tidak terlihat lagi. Tak ada tanda-tanda apa pun yang bisa diterima dari kapal feri itu. Kepastian musibah baru diketahui empat jam setelah kejadian, yakni pada saat salah seorang penduduk Pasiran, Kota Bawah Timur, Syahril (22 tahun) penumpang KMP Gurita mampu berenang mengarungi lautan dengan ombak yang ganas dan terdampar di Teluk Keuneukai. Kabar yang di bawa Syahril itulah yang memastikan bahwa KMP Gurita tenggelam di dekat teluk Balohan.


1516376536322.jpg


Untuk mengenang tragedi tenggelamnya KMP Gurita, Pemerintah Kota Sabang membangun sebuah tugu peringatan tenggelamnya KMP Gurita yang berada di dalam komplek Pelabuhan Balohan Sabang.

Sort:  

Emg hanjeut ta bayangkan nyan musibah yg menimpa saudara" geutanyoe. Sep sedih teuh.

Beutoi nyan..sesuatu yang memang tidak dikehendaki oleh siapapun.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.103
BTC 64157.23
ETH 1797.50
USDT 1.00
SBD 0.39