Bunga yang indah

Wahai bumga, bolehkah aku ikut tinggal di dahan mu?”. Tanya kumbang
“Kau tak boleh tinggal di sini. Karena makan mu banyak. Jika kau terlalu banyak menghosap maduku, maka aku tak akan bisa lagi berbuah. Carilah bunga lainya..”. kata bunga dengan ketusnya.
“Tapi aku janji, suatu saat budi mu pasti akan aku balas. Izinkan aku tinggal di sini, karena aku tak lagi memiliki rumah lain”. Kata kumbang,memelas.
“Pokoknya tidak boleh..!! karena para hewan yang ikut tinggal di bunga ku pasti juga tidak setuju. Karena jika maduku berkurang, mereka juga akan kekurangan makanan. Lagi pula apa yang bisa kau lakukan? Mahluk jelek dan lemah seperti mu tak bisa melakukan apa-apa selain makan dan makan saja. Sana pergi cari bunga yang lain”. Kata bunga dengan membentak.
Ahirnya dengan sedih kupu-kupu pun pergi mencari bunga lain yang mau dia tinggali. Tapi jawaban tiap bunga yang di temuinya sama, tak ada yang mau menerimanya. Ahirnya.. dia keluar dari hutan menuju ke pinggir hutan. Dia menangis dengan sedih meratapi nasib yang di alaminya. Ternyata tanpa dia sadari, ada bunga matahari yang dari tadi memerhatikan dia.
“Mengapa kaumenagis kawan? Katakan masalah mu, mungkin aku bisa membantu mu”. Kata bunga matahari.
“Si.. Siapa yang bicara?”. Kata kumbang terbata-bata karena kaget.
“Aku yang bicara.. lihatlah ke atas!! Aku adalah bunga matahari. Aku adalah ratu dari semua bunga yang ada di padang ini”. Jawab bunga matahari.
Lalu kumbang pun menceritakan kisahnya dengan menangis. Mendengar kisah kumbang yang sangat sedih, bunga mata hati menjadi sangat iba.