CINDERELLA TAK BERSEPATU KACA

in #esteem8 years ago

Aku bukanlah cinderella yang bersepatu kaca dan aku juga tak datang dengan kereta kencana. Tapi mungkin nasibku sama seperti Cinderella namun tak beribu tiri dan masih memiliki ayah.



Namaku putri, aku adalah anak ke tiga dari ibuku dan anak ke empat dari ayahku. Sebelum menikah dengan ibuku ayahku sudah pernah menikah dengan wanita lain dan mempunyai dua orang anak. Demikian pula dengan ibuku yang sudah pernah menikah dengan orang lain sebelum menikah dengan ayahku. Pada pernikahan sebelumnya ibuku sudah mempunyai seorang anak. Aku adalah anak perempuan satu-satunya dari ayahku dan ibuku.

Banyak orang beranggapan anak perempuan satu-satunya adalah anak yang paling disayang oleh orang tua mereka, tapi tidak begitu yang aku rasakan.
Ayahku adalah seorang wirausahawan di bidang aceccoris, usahanya bangkrut karena kebiasaan ayahku yang suka menghabiskan uangnya di meja judi serta membeli togel. Ayahku menghabiskan uang hasil usahanya hanya untuk berjudi setiap malamnya dan pulang pada larut malam. Hal mengerikan setelah ayahku berjudi adalah pulang ke rumah dan mulai marah-marah dan memukuli ibuku. Pernah ku coba untuk menolong ibuku tapi akhirnya pipi ku pun jadi santapan tangan ayahku yang besar itu. Setelah itu aku benar-benar tak berani membela ibuku lagi, aku hanya dapat menangis di kamarku mendengar suara rintihan ibuku yang menahan sakitnya hantaman tangan dan kaki ayahku.

Ibuku sayang ibuku malang. Setiap hari ibuku hanya menjadi buruh cuci tetangga untuk menghidupi anak-anaknya. Aku benar-benar tak tega melihatnya, tapi aku sendiri masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Setelah selesai sekolah menengah pertama aku tak ingin sekolah lagi, aku hanya ingin bekerja dan membantu ibuku untuk menghidupkan ekononomi keluarga. Tapi ibuku melarangku untuk berhenti sekolah, ibuku ingin aku mendapat masa depan yang bagus dan tidak sepertinya. “Sekolahlah Putri, agar kau tak senasib dengan ibumu”. Itu kata-kata yang selalu dia ucapkan.

Setelah selesai sekolah menengah atas aku memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah. Aku tak ingin menyusahkan ibuku lagi dan lagi pula aku tidak mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Otakku tidak sepintar teman-temanku, di kelas bahkan aku adalah siswi peringkat bawah.

Akhirnya aku diterima untuk bekerja di sebuah pusat perbelanjaan yang terkenal di kotaku sebagai karyawan biasa yang melayani pembeli. Pusat perbelanjaan tempatku bekerja adalah cabang dari pusat perbelanjaan yang ada di kota besar. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh dan rajin. Karena sifatku yang pendiam maka aku tak mempunyai teman dekat di tempatku bekerja, bahkan di sekolah pun aku tak memiliki teman dekat layaknya anak-anak sebayaku.

Pemilik pusat perbelanjaan tempatku bekerja adalah seorang wirausahawan muda yang sukses yang dulunya adalah seorang pilot. Beliau bukanlah berasal dari keluarga kaya raya yang sombong, tapi dari keluarga sederhana yang nasibnya berubah seketika beliau mendapat warisan sebuah toko besar milik seorang nenek yang tidak mempunyai ahli waris. Kemudian toko itu dikelola sampai sebesar sekarang ini. Aku mendengar cerita-cerita itu dari karyawan-karyawan yang bekerja di tempat itu. Aku juga mendengar kalau Boss besar kami itu masih muda dan sangat tampan.

Suatu hari kami diumumkan bahwa Boss besar akan datang ke tempat kami bekerja, jadi semua barang-barang harus dicek kembali dan dirapihkan. Hari itu aku ditugaskan untuk merapihkan pakaian-pakaian di gudang sepanjang hari sampai shift-ku selesai. Ketika akan pulang aku mendengar karyawan-karyawan berbisik-bisik kalau ternyata Boss kami itu sangatlah tampan. Tapi apa peduliku dia tampan, dia hanyalah Boss dan aku hanya karyawan biasa. Setelah berbenah aku hanya ingin pulang tepat waktu agar ayahku tak marah-marah.

Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa tapi ada yang aneh disana, karyawan-karyawan yang hobbinya bergosip terlihat bekerja dengan serius dan tak banyak bicara. Lebih baik pikirku, aku tak ambil pusing, malah aku merasa telinga lebih nyaman dan bebas dari polusi suara. Hal canggung itu sudah berlangsung hampir satu bulan lamanya, tapi aku tak tahu dan tak mau tau apa sebabnya.

Suatu hari aku dipanggil oleh seseorang laki-laki yang memakai seragam sama sepertiku, mungkin dia juga karyawan disini pikirku. Dia memerintahkanku untuk membereskan barang-barang di gudang, aku yang biasa diberi perintah hanya ikut saja, beberapa kali aku diperintah aku tetap mengikuti instruksinya.

Sampai pada suatu hari aku dipanggil untuk ikut dengannya ke sebuah ruangan, aku ikut saja. Dan itu adalah ruangan Boss, aku agak was-was masuk ke tempat itu. Dan disana dia menanyakan beberapa pertanyaan sederhana yang aku jawab dengan singkat saja, seperti

“sudah lama bekerja disini?”
“2 tahun”jawabku
“bagaimana karyawan-karyawan disini?”
“baik” jawabku
“Kamu tinggal dimana?”
“di gang harapan dekat sini” jawabku
“sudah menikah?”
“belum” jawabku
“ingin menikah?”
“tentu” jawabku
“kapan?”
“tidak tau” jawabku
“dengan siapa?”
“tidak tahu” jawabku
“Mau menikah denganku bulan depan? Aku akan datang bersama keluargaku untuk meminangmu”
“apa?”tanyaku

Akupun terkejut bercampur bingung, apa sekarang aku sedang dilamar?


IMG-20180330-WA0007.jpg


Sort:  

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by enidahlia from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Jangan menangis, tersenyumlah yunda @enidahlia

#blessed berbahagialah!

I'm always happy @bangmimi
:)

Kok apa pulak..harusnya iyalah jawab.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.104
BTC 64621.25
ETH 1928.65
USDT 1.00
SBD 0.37