Didong Art ( Bilingual )
Steemit friends, this time we will see photos and videos about Didong art.
Didong is the art of Gayo people, Aceh, Indonesia. This art combines elements of dance, vocals, and literature.
Art didong more favored by the people of distric Takengon and Bener Meriah.
The great artist is Abdul Kadir To`et.
Didong is defined as "singing while working or for entertaining the heart or together with the sounds".
In didong there are religious values, values of beauty and values of togetherness.
Artists didong referred to as Ceh.Ceh not only required to be able to know the religious stories but also poetry, has a melodious voice and good behavior.
One group of art didong usually consist of "ceh" and other members called "mountain". The number can reach 30 people, consisting of 4--5 people ceh and the rest is mountain.
Members of this group isong generally men. But, now there are also members of adult women. There are also groups of teenagers.
Equipment used in the beginning of the pillow (clap of the pillow) and hand (clapping of the players) .The move is simple, that is, forward body or sideways.
Didong performance is marked by the appearance of two groups (Didong Jalu) in a game arena. The show lasted a full night. The group that competed sang each other's riddles and answered it in turns.
Here I show 11 pieces of photo and two videos. All photos and videos are mine. This new photo I uploaded for friend steemit, while the video I have uploaded earlier in youtube channel .
Thanks.
SOURCE BY https://id.wikipedia.org/wiki/Didong
TRANSALATE
Seni Didong
Sahabat steemit, kali ini kita akan melihat photo dan video tentang kesenian Didong.
Didong adalah kesenian rakyat Gayo, Aceh, Indonesia. Kesenian ini memadukan unsur tari, vokal, dan sastra.
Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah.
Seniman besar adalah adalah Abdul Kadir To`et.
Didong diartikan sebagain “nyanyian sambil bekerja atau untuk menghibur hati atau bersama-sama dengan bunyi-bunyian”.
Dalam didong ada nilai-nilai religius, nilai-nilai keindahan dan nilai-nilai kebersamaan.
Seniman didong disebut sebagai Ceh.Ceh tidak hanya dituntut untuk mampu mengenal cerita-cerita religius tetapi juga bersyair, memiliki suara yang merdu serta berperilaku baik.
Satu kelompok kesenian didong biasanya terdiri dari para “ceh” dan anggota lainnya yang disebut dengan “penunung”. Jumlahnya dapat mencapai 30 orang, yang terdiri atas 4--5 orang ceh dan sisanya adalah penunung.
Anggota kelompok didong ini umumnya adalah laki-laki dewasa. Tapi, sekarang ini ada juga yang anggotanya perempuan dewasa. Ada juga kelompok remaja.
Peralatan yang dipergunakan pada mulanya bantal (tepukan bantal) dan tangan (tepukan tangan dari para pemainnya).Genggerakkannya sederhana, yaitu gerekan badan ke depan atau ke samping.
Pementasan didong ditandai dengan penampilan dua kelompok (Didong Jalu) pada suatu arena pertandingan. Pertunjukan berlangsung semalam penuh.Kelompok yang bertanding saling menyanyikan teka-teki dan menjawabnya secara bergiliran.
Berikut ini saya tampilkan 11 lembar photo dan dua video. Semua photo daan video ini adalah milik saya. Photo ini baru saya unggah untuk sahabat steemit, sedangkan video telah saya unggah sebelumnya di link channel youtube.
Terimakasih.
Kalheuh bacut
jroeh pak...walau bacut cukop meunakna. trimoeng geunaseh yang that lambong
Saya mulai menyaukai didong.. Langsong lon engkol,,
jel...saya juga mulai mencari tau mengapa dek @nauval suka sama didong...
khak..
engkol beuteuga lom aju
promosi budaya melalui steemit.
itulah salah satu gunanya steemit, sebagai media promosi, dan gratis.