(24) si kucai
HALAMAN 24
Jaki memberi isyarat dengan matanya kepada Wansi untuk menyerang. Wansi mengepak-ngepakkan sayapnya lalu terbang ke arah Kucai untuk menyerang. Begitu juga dengan Jaki, kakinya sedang mengambil ancang-ancang untuk menerkam Meldi. Bummmm! Tiba-tiba suara pohon tumbang terdengar membahana. Pohon itu rubuh ke sungai dan menghembaskan air sehingga mengenai mereka semua.
Wansi yang hendak mencakar Kucai terkejut. Karena air sungai terhempas oleh pohon tumbang. Ia merubah arah menikuk tajam ke angkasa. Sementara Jaki menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba dan menoleh ke arah pohon tumbang tersebut. Ia sangat terkejut. Dengan cepat ia memandangi ke dalam hutan, untuk mencari tahu penyebab pohon yang tumbang itu.
Kucai, Meldi, dan Babati juga menoleh ke arah pohon tumbang di belakang mereka. Ujung dari pohon tersebut hampir saja mengenai mereka.
Apa yang terjadi? tanya Babati dengan panik.
Kucai dan Meldi menggelengkan kepala mereka.
Tiba-tiba Wansi terbang ke arah Jaki dan berseru, Bos, lari! Manusia sedang menebang pohon-pohon di sini. Mereka banyak sekali, mereka juga membawa senjata. Ayo kita bersembunyi Bos!!!
Tanpa menunggu lama, Jaki lari dengan ekor terangkat dan lalu ia masuk ke dalam hutan.
Ayo Meldi! Kita juga harus bersembunyi! ajak Kucai.
Bagaimana denganku? tanya Babati.
Kamu segera masuk ke air! Cepat berenang hingga ujung sungai itu! Kami akan menunggumu di sana ujar Meldi dengan panik.
Babati memandang ke arah temannya dengan bimbang. Ia merasa ragu. Babati, tunggu apa lagi? Cepat kamu masuk ke sungai! Kita akan bertemu di ujung tikungan sungai itu, ujar Kucai.
Kucai dan Meldi lalu lari dengan sekuat tenaga untuk segera masuk ke dalam hutan. Melihat kedua temannya sudah lari, dengan terburu-buru Babati berjalan ke arah sungai. Lalu ia menceburkan diri ke dalam air.
Beberapa pohon lainnya tumbang satu persatu. Kini sungai telah di penuhi pohon-pohon yang tumbang. Terdengar sorak-sorai gembira manusia. Luapan kegembiraan mereka setelah menebang pohon-pohon tua yang telah berusia ratusan tahun. Terdengar juga beberapa kali letusan senjata.
Manusia sudah masuk ke Rimbawi. Kedatangan mereka untuk mengambil kekayaan alam Rimbawi. Tidak hanya kekayaan alam yang akan digeruk. Tapi, hewan-hewan juga akan mereka bunuh, seperti kejadian di masa lampau.
BERSAMBUNG KE HALAMAN 25