Gardening #2: Upside-down Tomatoes Has Fallen.
Duka. Setelah pagi tadi gembira karena Strawberry akhirnya berbuah. Siang ini justru harus menahan sedih. Upside-down Tomatoes -- Tomat Jungkir Balik -- yang saya tanam, jatuh dan patah.
@ihansunrise pernah bertanya mengenai Upside-down Tomatoes. Sebenarnya hanya tomat biasa. Proses tanamnya yang sedikit berbeda. Bukan ke atas seperti biasanya, tapi di balik. Tanaman justru ditanam di bagian bawah pot.
Ide ini muncul saat sedang melihat-lihat mengenai berkebun di pinterest. Saya melihat ada yang menanam Upside-down Tomatoes.
Jadi saya coba sendiri. Saya 'menyemai' bibitnya dengan cara yang agak kampungan. Tomat cherry yang sudah sangat matang saya pencet di pot berisi tanah kompos.
Di taruh di tempat teduh, dan disiram secara rutin. Setelah seminggu, mulai terlihat ada kecambah.
Saya tunggu sampai tunas itu tumbuh baik, dan memiliki 5-7 helai daun. Lalu dipindahkan. Pertama ke wadah lain. Satu batang per wadah. Dari pengalaman, saran saya pakai saja gelas air kemasan. Lebih mudah saat dipindahkan lagi nanti. Setelah menunggu beberapa hari lalu dipindahkan ke ember yang telah saya lubangi dasarnya.
Tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus. Cukup menjaga nutrisi dan airnya. Serta sedikit perawatan terhadap hama daun. Saya pakai pestisida alami. 2 siung bawang putih, 3 cabai merah, satu sendok makan minyak kelapa, setengah sendok teh sabun cuci piring cair. Sekitar 1½ liter air.
Semprot pestisida saat sore atau malam. Dan besok pagi sebelum terkena panas matahari segera di semprot lagi dengan air biasa. Kalau tidak, bisa 'terbakar' daunnya.
Selama ini, tomat itu tidak berhenti berbuah. Tidak banyak, tapi cukuplah.
Dan siang tadi saat sedang menulis naskah novel -- saya masih belum menyerah walaupun sampai sekarang belum diterima penerbit -- terdengar suara gedubrak. Sesuatu jatuh di teras. Sesuatu itu ternyata pot tomat yang saya gantung di teras.
Saat saya keluar, tak ada siapa-siapa. Walaupun rasanya agak sulit jatuh karena hembusan angin, dengan kait yang begitu kokoh, sudahlah, saya menganggapnya karena angin. Semoga angin tidak marah, dan paham saya tahu dia tidak bersalah. Sebagian besar batang tomat patah. Terpaksa di potong.
Saya mengambil beberapa buah yg sudah matang, dan berharap bisa menanam lagi. Terutama karena salah satu dari dua varietas yang saya tanam itu susah didapat di sini.
Semoga bisa tumbuh lagi.
Baca juga : Upside-down Tomatoes
Foto sebelum dan setelah terpaksa dipangkas, batang yang patah.
Varietas apa ini Bang? Apa yang kecil2 itu? Mau juga nanam kayak gini...jadi pengen meluangkan waktu beekebun kalau lihat postingan bang @dngaco
Tomat cherry @dyslexicmom, coba googling aja, ada beberapa varietas. Di Banda sepertinya ada dijual juga bibitnya.
Tragis ya kisah si tomat jungkir balik ini. Tapi yang lebih tragis lagi kisah naskah novel yang belum diterima penerbit itu. Hahahaha... Semoga suatu hari nanti diterima Gramedia ya, Bang. :D
Aamiin
Aku mau tanam tomat juga ah...kalau yang jungkir balik itu kayaknya rada susah, nggak tahu mau gantung di mana... yang normal-normal aja bisa ...
Tanam biasa juga oke. Siapkan aja penopang supaya batangnya tegak.