GADIS SINGKARAK
Sejak rasa ingin menyesaki dada, namamu bagai batang pohon di tepian danau, kabarnya kau telah jeda mendedaki segala rimbun di pucuk dan puncak.
Hayati, nama kilau di bibir tanpa maskara dan bedak yang menyesapi jiwa, yang memanggul cemas di tepian danau Singkarak, menimang rasa ingin sejak musim berganti.
Kemarau panjang, kelana dan cinta menguning di keningmu yang kutahu sujud tiada henti membangun pengharapan. Lelaki itu belum tiba jua, meski surat atau puisi pernah menjadi penanda.
Tanganmu ilur dipertapaan, kemarau telah mengeringkan air matamu sejak azan rindu benar-benar menukil di jiwamu.
Hayati, saban nanti perahu dari timur akan berlayar menjemputmu di tepi danau, karna kau telah menyepi tanpa ingin pergi.
JKT-MKS, JULI 2018