" SENANDUNG SUNYI "
kita yang tak pernah lelah melangkah, menyusuri sepanjang kota yang aneh, menuju taman yang menyembunyikan kesunyian
dan langit yang tak pernah berbicara tentang hujan, membuat tubuh kita terlempar kedalam pengasingan, kita yang diam-diam memesrai waktu, sambil mengamini sebaris kata yang sumbang
dari dalam puisi, kita selalu mendengar detak nurani, dan kita berdampingan, berjajar di depan cermin, memantulkan bayangan sepasang pengantin
tak ada yang perlu di jelaskan kembali, matahari akan senantiasa berkibar, menegaskan hati yang berdebar, dan di ujung tombak mata kita selalu bertemu menyepakati kesunyian sebagai satu kesimpulan...
