Sang Ibu Pejabat...

in #culture8 years ago (edited)

Sumber


Hai sahabat steemit.....
Apa yang pertama tergambar di benak kita membaca tulisan di atas itu...?
SANG IBU PEJABAT (istri dari Bapak yang Menjabat lho)
heemmm...apa ya...ehmmm ya ya ya...

He he...pastinya banyak juga yang punya presepsi sesuai dengan presepsi yang lainnya
Boleh...boleh...dan pastinya sangat boleh.
Pasti banyak yang menggambarkan SANG IBU PEJABAT ini dengan rambutnya yang bersanggul dengan sasak tinggi, atau karena ada perubahan zaman, lebih banyak yang sudah berkerudung lho, namun ada yang rambutnya tetap terlihat dan memakai sasak rambut yang agak agak tinggi juga (hee he...).
Tetapi biasanya orang akan melihat dan juga menilai bahwa SANG IBU PEJABAT ini adalah seorang perempuan yang cantik, berkulit putih bersih dengan riasan yang aduhai serta pakaian dan aksesoris yang berkelas.

Terkadang kita juga melihat di media-media sosialnya mengupload foto-foto kumpul-kumpul dengan para sahabatnya, jalan-jalan baik di dalam negeri maupun di luar negeri atau mereka tengah makan-makan dan juga bermacam kegiatan-kegiatan yang dihadirinya, okelah kalau begitu.

Tapi..., bisakah mulai saat ini SANG IBU PEJABAT tersebut merubah trendsetternya ?

Haaaa...seperti apa ???

Ya...seperti ibu-ibu yang pada umumnya yang tidak selalu hidupnya berselfi atau jalan-jalan ataupun kumpul-kumpul dan belanja barang2 mewah. Hiii...nyinyir ya...? Hemmm bukan juga ...
Ayooo kita mulai merubah haluan agar SANG IBU PEJABAT lebih bernilai dilihat dari sisi positifnya.


Sumber


Mulai turun ke lapangan membantu program kerja sang suami yang pejabat dengan memberikan pemikiran dan sumbangan tenaga nyata untuk memperbaiki bangsa ini.
Dengan cara..., biasanya ibu-ibu pejabat bila harus turun ke daerah disambut dengan upacara seremonial, pameran produk – produk (tapi banyak yang diada-adakan loh, seolah itu hasil kerja masyarakat yang dibinanya, padahal comot sana comot sini dari rumah-rumah penduduk agar kesannya bagus)


Sumber


Sekarang..., tinggalkan kamuflase tersebut, kita mulai dengan cara yang lebih realistis, lebih familiar, lebih memberikan motivasi pada masyarakat khususnya ibu-ibu muda, para pemuda dan pemudi, anak-anak yang memerlukan contoh nyata untuk gambaran kehidupannya kelak.
Remaja-remaja putri di semua lini kehidupan ini sangat perlu pembekalan untuk menapaki hidupnya di masa depan, menaikkan nilai kepribadiannya, jati dirinya, marwahnya, dan mencontohkan yang benar. Bagaimana mereka bisa menghadapi kehidupan rumah tangganya kelak (karena kehidupan berumah tangga itu tidak mudah, banyak sekali cabarannya dan tentu ini harus disiapkan baik sikap mental juga spiritualnya), begitupun cara-cara bersosialisasi yang sesuai dengan lingkungan dimana mereka berada, kemudian bagaimana mengupayakan hidup kembali bergotong–royong karena kehidupan tersebut sudah banyak terkikis, serta alangkah indahnya bila dibarengi dengan memberikan pendidikan agama dan kepribadian yang sesuai kodratinya.


Sumber


Mungkin...mungkin, dan mungkin...negeri kita ini tidak akan terjadi degradasi moral, tidak akan terlalu banyak permasalahan yang seperti saat ini kita hadapi, seperti pelecehan sexual, narkoba yang membabi buta merangsek anak-anak muda dan masyarakat di segala lapisan, human trafiking (perdagangan manusia) yang sering terjadi pada para gadis remaja atau anak dibawah umur, menjamurnya LGBT dan lain sebagainya.
Mari kita siapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkelas,


Sumber


Ibu adalah tiang penyangga, penguat pertahanan keluarga, jika ibu-ibu kuat, beriman, bermarwah tinggi, pastinya negara akan kuat, karena pilar-pilarnya kokoh dan tegak berdiri dengan bijaksana.
SEMOGA...

By @Betterlife

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.077
BTC 65628.85
ETH 1717.29
USDT 1.00
SBD 0.42