Tehnik Memotret Longeksposure
Selamat Pagi Sahabat Steemian,
Sesuai dengan janji saya pada artikel https://busy.org/@baimatjeh81/be-a-profesional-photografer-part-3-review-lensa-fix yang akan menulis beberapa aliran dan konsep foto, kali ini saya akan membahas dan mengulas aliran foto longexposure, bagaimana teknis memotret nya, serta beberapa tips yang harus di perhatikan ketika memotret dengan tema longexposure.
Apa itu Foto Longexposure?
Pada prinsipnya Foto Longexposure adalah sebuah foto yang menghasilkan cahaya maksimal, atau jumlah cahaya yang sangat besar. Dalam prinsip kerja kamera, ada tiga elemen dasar yang kita ketahui, yaitu Shutter Speed, ISO, dan Diagfragma (bukaan cahaya lensa). tiga elemen dasar ini akan bekerjasama untuk menghasilkan cahaya yang baik.
Sumber : Google
Jadi, trik untuk menghasilkan sebuah Foto Longexposure yang bagus adalah bagaimana keahlian kita dalam memadukan ketiga komponen dasar kamera yang saya sebutkan tadi.
Shutter Speed
Sebenarnya, dari masing-masing elemen tadi, kita bisa membuat Foto Longexposure yang indah. Pada elemen Shutter Speed, kita harus mengatur kecepatan kamera dalam menangkap objek se lambat mungkin (umumnya 30/sec). Bahkan jika dipandang perlu dapat menggunakan mode “Bulb”.
Sumber : Google
Dalam menggunakan Shutter Speed, tentu ada resiko yang akan di hadapi, yaitu kamera akan sangat sensitive terhadap gerakan. Jika goyang sedikit saja, maka foto akan menghasilkan efek motion blur, dan tidak focus. Untuk itu sangat di sarankan untuk menggunakan tripod kamera untuk meminimalisir guncangan yang ada di kamera.
Yang kedua menggunakan elemen ISO.
Kalau kita melakukan pendekatan dengan menggunakan ISO, maka aturlah ISO setinggi mungkin. Nah, cara Ini juga menimbulkan resiko yang sangat di hindari oleh seorang fotografer. Ya, Noise (gambar titik titik seperti pasir pada gambar). Kita tahu, semakin tinggi noise, maka semakin banyak juga noise yang bakal nempel pada gambar. Jadi, berhati-hatilah dan perhatikan angka aman dalam menggunakan angka noise.
Sumber : Google
Aperture
Yang terakhir adalah menggunakan pendekatan diafragma atau aperture. Cara ini dapat di gunakan dengan membuka aperture selebar mungkin,, sehingga menghasilkan cahaya yang banyak untuk masuk ke kamera.
Dan yang paling penting adalah Jangan lupa untuk membawa tripod. Karena dalam konsep Foto Longexposure ini adalah foto yang dihasilkan sebisa mungkin untuk tidak terjadi shake, atau menghindari guncangan kamera.
Sekian dulu,
Udah mumet. Besok hari senin, apelllll broooww...
Hahahaha....
Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by rosnelliputeh from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.
If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.