What For Campus Press Exists?

in #realityhubs7 years ago

Zaki Ayi.jpg


The student press is present as a form of extra activity on campus as well as other fields such as nature lovers, literature, sports, art, and so on. Not always the existence of the student press is intended to give birth to professional journalists, although the student press can be a place of learning for the journalist profession after students take education at the university.

The student press is a campus internal and external information media. He can be a tool for the struggle of student aspirations and a means to gather student strength. When other aspirational channels are blocked, the campus press can become a struggle media. Even so, issues outside the campus can also be raised by the campus press in a different context from the mainstream media.

The campus press can be a means of interaction between students, students, lecturers, student-directorates, or students with outside parties. Its existence can be a space for communication among all academicians.

Looking at its history, the birth of the student press cannot be separated from the long struggle of the Indonesian people towards independence, free from colonialism. Some sources say, the first campus press was born in 1908 under the name Hindia Putra. This student media often criticizes Dutch policy.

The birth of the media was soon followed by several other campus media such as Jong Java in 1914, Oesaha Pemoeda in 1923, and Soera Indonesia Moeda in 1938.

Challenge

The classic issue, funding, is a major obstacle in campus press releases. Persma activists often complain about lack of funds as a major obstacle. No wonder that persma grows and dies quickly. The campus press is often unsustainable, especially when criticizing the rector's policies or raising sensitive issues as happened at the University of North Sumatra.

Although it must be admitted that funds play an important role, but funds are only one aspect of many other aspects, including the limited human resources who understand journalism. Only the spirit of spirit and idealism is not enough to give birth to the campus press. If it is not supported by adequate resources, tens of millions of funds will have no meaning.

Not everyone who understands the media and has funds can publish a newspaper or magazine. Many print media are funded by conglomerates by hijacking senior journalists, apparently the media is only as old as corn.

This relates to management that is not understood by everyone. Press of campus also faces the same problem. Sufficient funds, blessed campus journalists, must be supported by adequate management.

There was resistance from the rector when campus journalists struck the chancellor's policy which was considered detrimental to students. Likewise with other sensitive issues that make the rector angry because they are considered to damage the image of the campus.

Regeneration often does not work well in press campus management. Every year, activists change. Periodic recruitment is needed so that persma management is not interrupted.




How to Build a Campus Press?

  1. Campus press training is now widely held, both by student activists or press organizations such as the Alliance of Independent Journalists (AJI). Campus press activists can attend this training as a provision to give birth to campus press.

  2. The source of funds is not only limited to the rectorate. The tuition fees paid by students include the cost of student activities. If the number is limited, persma activists can establish relationships with other parties (funding) which are now helping a lot in Aceh.

  3. Learn from the campus press that has been "well established" both at universities in Indonesia. In general, the problems faced by campus press are the same although there are some specific obstacles.

Lhokseumawe, September 5, 2019






Untuk Apa Pers Kampus Ada

Pers mahasiswa hadir sebagai salah satu bentuk kegiatan ekstra di kampus sebagaimana bidang lain seperti pecinta alam, sastra, olahraga, seni, dan sebagainya. Tidak selamanya keberadaan pers mahasiswa dimaksudkan untuk melahirkan wartawan profesional, kendati pers mahasiswa bisa menjadi ajang pembelajaran bagi profesi jurnalis seusai mahasiswa menempuh pendidikan di universitas.

Pers mahasiwa menjadi media informasi internal dan eksternal kampus. Dia bisa menjadi alat perjuangan aspirasi mahasiswa dan sarana untuk menggalang kekuatan mahasiswa. Ketika saluran aspirasi yang lain tersumbat, pers kampus bisa dijadikan media perjuangan. Pun demikian, isu-isu di luar kampus juga dapat diangkat pers kampus dalam konteks berbeda dengan media mainstream.

Pers kampus bisa menjadi sarana interaksi antar-mahasiswa, mahasiswa-dosen, mahasiswa-rektorat, atau mahasiwa dengan pihak luar. Keberadaannya bisa menjadi ruang bagi komunikasi di antara seluruh sivitas akademika.

Melihat sejarahnya, kelahiran pers mahasiswa tidak lepas dari perjuangan panjang bangsa Indonesia menuju merdeka, lepas dari penjajahan. Beberapa sumber menyebutkan, pers kampus pertama lahir pada 1908 dengan nama Hindia Putra. Media mahasiswa ini sering mengkritisi kebijakan Belanda.

Kelahiran media tersebut segera diikuti beberapa media kampus lainnya seperti Jong Java pada 1914, Oesaha Pemoeda pada 1923, dan Soera Indonesia Moeda pada 1938.

Tantangan

Persoalan klasik, dana, merupakan kendala utama dalam penerbitan pers kampus. Aktivis persma sering mengeluhkan ketiadaan dana sebagai hambatan utama. Tak heran bila persma tumbuh dan mati dengan cepat. Pers kampus sering tidak sustainable, apalagi ketika mengkritisi kebijakan rektorat atau mengangkat isu yang sensitif seperti yang pernah terjadi di Universitas Sumatera Utara.

Kendati harus diakui dana memegang peranan penting, tetapi dana hanyalah salah satu aspek dari sekian banyak aspek lainnya, termasuk terbatasnya sumber daya manusia yang mengerti jurnalistik. Modal semangat dan idealisme saja tidk cukup untuk melahirkan pers kampus. Bila tidak ditunjang dengan sumber daya yang memadai, dana puluhan juta pun tidak ada artinya.

Tidak semua orang yang mengerti media dan punya dana, dapat menerbitkan koran atau majalah. Banyak media cetak yang didanai konglomerat dengan membajak jurnalis senior, ternyata medianya hanya seumur jagung.

Ini berkaitan dengan manajemen yang tidak dipahami semua orang. Persma juga menghadapi masalah sama. Dana yang cukup, wartawan kampus yang berkat, harus ditunjang dengan manajemen yang memadai.

Adanya resistensi dari rektorat ketika wartawan kampus menghantam kebijakan rektor yang dinilai merugikan mahasiswa. Demikian juga dengan isu sensitif lainnya yang membuat rektorat marah karena dinilai merusak citra kampus.

Regenerasi sering tidak berjalan baik dalam pengelolaan persma. Setiap penggantian tahun, aktivis pun berganti. Dibutuhkan rekruitmen yang berkala agar pengelolaan persma tidak terputus.

Bagaimana melahirkan persma?

  1. Pelatihan pers kampus kini banyak digelar, baik oleh aktivis mahasiwa atau pun organisasi pers seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Aktivis persma bisa mengikuti pelatihan ini sebagai bekal melahirkan persma.

  2. Sumber dana tidak hanya terbatas dari rektorat semata. Dalam uang kuliah yang dibayar mahasiswa, sudah termasuk biaya kegiatan mahasiswa. Bila jumlahnya terbatas, aktivis persma bisa menjalin hubungan dengan pihak lain (funding) yang kini banyak membantu di Aceh.

  3. Belajar dari pers kampus yang sudah “mapan” baik di universitas yang ada di di Indonesia. Secara umum, persoalan yang dihadapi persma sama kendati ada beberapa kendala spesifik.

Lhokseumawe, September 2006






Badge_@ayi.png


follow_ayijufridar.gif


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers
Sort:  

Ternyata pers kampus sudah lama ada, bila di hitung dari tahun 1908. Foto kebersamaan di atas, mengingatkan saya akan masa konflik di Aceh.

Sukses selalu buat sang jurnalis @ayijufridar dan rekan seperjuangan 👍👍👍

Foto itu memang di masa konflik @midiagam, ketika saya masih menjadi wartawan Serambi.


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers

Ternyata benar, gagah that @ayijufridar yang kawan hehe

Itu waktu gondrong dulu, semasa aktif sebagai jurnalis @midiagam.

Posted using Partiko iOS

Wate gondrong meunan, mirip lage tetangga long, yang jinoe menjabat sebagai kepala Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, @zubiragam. Semasa kuliah rambutnya juga gondrong, persis rambut ayi yg ada di foto ini 😃

I totally agree with you, campus press is a vital organization in any high institution. The importance of their existence cannot be overstated hence they should be managed properly and with the utmost care.

We look forward to your future contribution.

How to make your own unique review? Check Here

Do you have any questions? Chat with us on Discord

RealityHubs Moderator


Posted on RealityHubs - Rewarding Reviewers

the existence of the campus press is an opportunity for students to prepare themselves to become professional journalists. however, many campus press activists fail in college because they are busy with off-campus activities. it is often seen in Indonesia.

Posted using Partiko iOS

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.081
BTC 61839.76
ETH 1643.68
USDT 1.00
SBD 0.42