HARAPAN PEMULUNG TUA
Ranum mentari manja tanpa cahaya
Awan meraja diatas singgahsana cakrawala
Legam menghitam
Hujan menetes membasahi hijau hamparan alam
Dibawah rimbun pohon beton
Kumal raga berteduh menahan dingin
Kosong tatapan seakan mengadu
Akan indah yang tak kunjung bertemu
Bisu rintik hujan lunturkan asa
Gelegar guntur biaskan jeritan rasa
Kotor kantong kosong tak terisi harapan
Menjadi alas nelangsa dalam kenyataan
Keroncong perut seolah mewakili lidah
Atas derita yang menjadi jubah
Pemulung tua bersandar teduhkan badan
Menanti berkah dipenghujung hujan
Keegoisan hujan tak perduli keadaan
Tak hirau si tua yang meratapi kehidupan
Dingin merasuk putuskan nadi
Bekukan harapan bertemu pelangi
Si tua gundah menatap mega
Tersirat doa yang terwakili netra
Indah harapan untuk keluarga
Akan bahagia dipelataran senja
Tergambar disela kelopak mata
Akan tangis lapar anak dan istrinya
Si tua menghela nafas duka
Berharap hujan segera redah
Inilah sepenggal doa pemulung tua
Yang mengais berkah dalam keras dunia
Tergerus rasa dalam nestapa
Terasingkan keadaan disudut kota...
