Kenapa Sulit untuk Marah?

Meski semua remuk redam,
meski semuanya telah jatuh paling dalam,
meski harusnya menjadi tempat bersarang dendam,
meski harusnya terang telah padam...
tapi semua meski selalu saja perlahan hilang, berganti dengan rindu yang membentang.
Meski tangis pecah,
Meski kesal bertambah parah
Meski telah keluar semua sumpah serapah
tapi semua meski selalu saja berubah, sulit untuk marah.
Meski berkata benci.
Meski jari-jari selalu menuliskan kata ingin pergi
tapi selalu saja hati punya keinginan sendiri.
Tak mau pergi.
Monetize Your Social Media Posts by Click (Uangkan Postingan Media Sosial Anda dengan klik): http://bit.ly/share2steemio
Karena antara cinta dan benci hanya ada batas sekulit ari untuk diterobos rindu yang menggebu. Ada pemenuhan sebuah rasa yang perlu dirawat dalam seelok-eloknya perasaan. Entah iya begitu @anggreklestari he he numpang lewat.
Terima kasih sudah membaca postingan saya.
Salam
sebab cinta selalu kembali ke hati
meski seribu kata tertulis ingin pergi
hahai.....
Ehehe iya Bunda, apalagi cinta sejati selalu kembali lagi pasti :)
Marah kepada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, dan pada saat yang tepat. Begitulah filosofi marah @anggreklestari. #### Jangan lupa marah.
Iya harus marahnya sama orang yang tepat, kalo gak nanti bahaya marahnya gak reda reda :D