Jembatan Jejak Kepulangan

in #social8 years ago (edited)

IMG_20180605_083759.jpg
Tampak Jembatan saat sudah selesai

Setiap langkah kita memiliki jejak, termasuk apa yang kita buat di dunia maya ini. Selama saya pulang ke kampung halaman, saya membuat sebuah jejak kepulangan. Ini bukanlah sebuah pecitraan, karena saya tidak mungkin menjadi Capres atau caleg pada tahun 2019 mendatang. Karena itu tidak ada unsur kampanye hitam atau yang lain sebagainya.

Sebagai orang yang memiliki ladang atau kebun di seberang sugai tentu kita harus membuat jembatan agar waktu air sugai penuh kita bisa menyeberang, apalagi sampai banjir. Namun apabila di seberang terdapat banyak kebun yang lain atau bukan kebun kita sendiri. Maka kita membuat bersama-bersama secara gotong royong.

Namun untuk bisa gotong royong butuh waktu yang lama. Karena itu saya berinisiatif cepat saja. Karena pasti tidak akan terlaksanakan kalau secara gotoroyong. Sudah 2 tahun tidak ada jembatan disana, disaat sugai meluap tidak ada yang pergi ke kebun.

IMG_20180605_084421.jpg
Ini bukan kebun sawit saya, semoga saat panen sawit jembatan ini bisa tahan.

Sebagai salah satu pemilik kebun yang lulusan komunikas, maka saya membuat sebuah komunikasi disini. Komunikasi itu tidak mesti dengan kata-kata, tapi bisa juga dengan visual dan tindakan yang kita lakukan. Maka dari itu saya dengan di temani ibu saya mengerjakan jembatan ini sampai selesai.

Proses yang kami lalui itu sangat panjang, mulai dari mencari kayu dan pohon pinang. Serta mengangkut sampai pada sungai. Itu selesai hampir 2 minggu. Maklum saya juga kurang sehat selama di kampung dan juga sudah 6 tahun tidak pernah kerja berat. Walaupun tidak terlalu bagus namun untuk menyebrang sungai sudah lebih dari cukup.

Semoga hal ini menjadi yang baik buat saya dan semua pemilik kebun disana. Saya tidak menuntut pajak disana apalagi sampai membuat gerbang tol. Semua bisa bebas menggunakan jembatan tersebut. Selamat menikmati jembatan baru untuk yang ada kebun disana.

IMG_20180605_082845.jpg
Saat ini belum ada air masih kemarau jadi airnya sangat sedikit, beberapa bulan ke depan bisa meluap melebihi jembatan.

Lhokseumawe City, Senin 11 Juni 2018 Jam: 12:00

Sort:  

Sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat yang hidupnya dari hasil bertani membuat jembatan sendiri atau bersama tanpa menunggu dari pemerintah, karena hal ini akan membutuhkan waktu yang panjang tanpa realisasi

Resteem and upvoted

Congratulations! This post has been upvoted from the communal account, @minnowsupport, by Amriadi Al Masjidy from the Minnow Support Project. It's a witness project run by aggroed, ausbitbank, teamsteem, theprophet0, someguy123, neoxian, followbtcnews, and netuoso. The goal is to help Steemit grow by supporting Minnows. Please find us at the Peace, Abundance, and Liberty Network (PALnet) Discord Channel. It's a completely public and open space to all members of the Steemit community who voluntarily choose to be there.

If you would like to delegate to the Minnow Support Project you can do so by clicking on the following links: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP.
Be sure to leave at least 50SP undelegated on your account.

Sangat memprihatinkan keadaan jembatannya... Apa tidak ada bantuan dari pemerintahan untuk membangun jembatan agar petani mudah untuk mengakses ke kebun mereka dan menghindari dari kecelakaan.

Tidak mugkin bang @riyadhie karena terletak di tengah ladang dan cuma ada 4 yang berkebun disana.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.33
JST 0.100
BTC 64959.81
ETH 1889.66
USDT 1.00
SBD 0.38