Ranub Lampuan Seni Tari Aceh
Ranub (bahasa Aceh) Daun Sirih adalah jenis tumbuhan menjalar yang biasanya dikunyah dengan pinang, kapur, gambir dan tembakau yang sangat besar kasiatnya bagi kesehatan.
Lam (Bahasa Aceh) mempunyai makna didalam.
Puan adalah tempat atau wadah ranub (sirih) khas Aceh.
Jadi, arti dari "Ranub Lampuan" dapat diartikan sirih yang telah diisi kedalam suatu tempat.
Di Aceh, Ranub Lampuan ini dijadikan sebagai lambang kemuliaan dan suatu penghormatan dalam setiap penyambutan tamu-tamu penting (biasanya tamu kenegaraan atau dalam acara walimah (kenduri pesta pernikahan).
Bahkan sampai sekarang dalam tradisi Aceh, bila kita mengundang orang untuk menghadiri suatu upacara perkawinan, maka pada saat tamu mulai berdatangan yang pertama sekali akan diberikan adalah ranub (sirih). Karena banyaknya tamu yang diundang, sehingga ranub (sirih) tidak mungkin untuk diberikan satu persatu maka pemberiannya disajikan dalam bentuk sebuah tarian, tarian inilah yang dinamakan tari "Ranub Lampuan).
Tarian "Ranub Lampuan" biasanya dinyanyikan dalam bentuk grup yang berjumlah 7 - 9 orang yang lengkap dengan pakaian adat Aceh, yang dipadukan dengan alunan instrumen musik klasik Aceh yaitu Musik Seurune Kalee.
Dalam menyanyikan lagu ini, penari yang telah dibalut dengan pakaian adat aceh akan membawakan sirih yang telah diisi kedalam puan, dan setelah tarian ini berakhir sirih ini akan dibagikan kepada para tamu yang hadir.
Gerakan-gerakan dalam tarian ini mempunyai makna tersendiri bagi kami orang Aceh, seperti gerakan memetik dan memberikan sirih kepada tamu, serta gerakan lainnya yang yang melambangkan adab serta sopan santun yang dipraktekkan oleh para penari yang penuh dengan kelembutan.
Semoga sahabat Steemian'S Indonesia Community menyukai postingan ini.

