the Greatest "Mind"
Apapun itu, jika berbicara tentang “Korea Selatan” pasti sangat menarik. Fenomena mengunakan hal-hal berbau ke-korea-an sepertinya mempunyai daya tarik yang begitu besar saat ini. Mungkin saya tidak mampu menjelaskannya secara teoritis dengan ilmu-ilmunya, namun saya akan membahasnya dengan gambaran fenomena yang saat ini sedang digeluti oleh sebagian besar masyarakat terutama Indonesia sendiri.
Berbicara dari segi Positifnya, sepertinya banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari negeri Ginseng tersebut. Faktanya, Korea Selatan pernah menjadi negara yang sangat terpuruk pasca perang Korea, dan fantastis kini semua tentang negeri ini begitu menjamur dan sangat dielu-elukan di dunia terutama Indonesia.
Budaya, yang merupakan salah satu kunci dari kesuksesan Korea Selatan yang disajikan serta dikemas sedemikian mungkin dalam dunia entertainment (hiburan). Dunia entertainment seperti masterpiece bagi negeri ini, bagaimana sangat terbukti dengan remaja-remaja bahkan anak-anak yang menjadi fans K-pop yaitu pecinta boyband-girlband, serta drakor addict yaitu pecinta drama korea. Seperti yang saya lihat, mereka menjadikan budayanya sebagai dailylife yang selalu ditampilkan dari serial-serial drama mereka, bahkan sangat banyak drama korea yang memilih tema sejarahnya yang dikemas dengan gaya modern namun tidak sama sekali menghilangkan rasa dari kebudayaan tersebut. Saat saya melihat dan membaca buku sekilas tentang Korsel dari dosen saya (pak Kba) dalam kelas Antropologi Hukum dan benar ternyata yang paling mereka pertahankan yaitu “Mind” dengan menjadikan ini sebagai keyword bagi Negeri mereka.
Tak hanya itu, dengan budaya yang sangat dipegang erat menjadikan mereka “hardworker” yaitu pekerja keras, karena dalam film/drama yang mereka tayangkan selalu saja memperlihatkan sisi ini, walau hanya sebagai pekerja “part-time”. Pekerja part-time (sampingan) bukan hal taboo/memalukan bagi pelajar atau mahasiswa disana, berbeda dengan kita yang masih gengsi untuk bekerja seperti ini, yang mempunyai maindset pekerjaan yang layak seperti PNS (pegawai Negeri Sipil). Last one, yang saya pribadi juga sangat menyukainya yaitu budaya yang “Respectful” dan ini sangat terbukti yang tidak hanya kita dapati saat menonton drama/filmnya saja, namun dalam serial komedi mereka juga akan kita dapati. Sapaan atau panggilan yang mereka gunakan dari zaman dulu hingga sekarang masih diterapkan dan tidak ada kata asing walaupun itu ajaran dari nenek moyangnya, dan tidak hanya dari tutur kata namun gestur serta prilaku yang sangat beradab.
Namun, masih banyak hal lain bukti mereka sangat mencintai budayanya sendiri, dan ternyata kecintaan mereka terhadap budayanya menjadi aset pemicu melahirkan inovasi-inovasi baru yang menjadikan negerinya semakin maju. K-fashion, (Korean style) yang bukan hanya bisa kita dapati di kota-kota besar saja, namun di Banda Aceh sendiri yaitu para pedagang Pasar Aceh juga mengikutinya.
K-food yang luar biasa sangat membius para pecinta K-pop yang tergiur melihat orang korea yang sangat suka menampilkan “mukbang” makanan dari negeri mereka sendiri. Samyang, Ramen kini beredar luas di pasaran dan mudah sekali kita dapati bahkan di supermarket yang ada di Banda Aceh telah ada corner khusus menjual makanan korea ini. Yang menariknya lagi daya Tarik yang ditawarkan bukan hanya terletak dari “taste” saja, namun melainkan dari cara berbeda versi mereka cara menyantap makanan tersebut.
We can see, ternyata budaya bukan sesuatu hal yang dianggap kuno, bahkan hilang keeksisannya di tengah dunia yang semakin modern, terbukti korea selatan dengan budaya nya dapat membawa negeri ini menjadi kian maju, dan fenomena k-pop kini juga menjadi konsumsi masyarakat yang bukan dari negeri tersebut. Tak hanya food, fashion bahkan sekarang produk kosmetik yang mereka tawarkan sangat dicari-cari seperti aloevera,masker,dsb-
Dari lubuk hati palin dalam, saya yakin jika Indonesia memiliki keyword “Mind” and “Culture” yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya, atau tetap diterapkan dan dicintai bahkan tidak akan pernah asing bagi generasi-generasi akan datang, kita bahkan mampu menjadi lebih baik, karena kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam. Awesome..