Kenduri Maulod

in #aceh8 years ago (edited)

Bagi masyarakat Aceh, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yaitu merupakan hari lahir sang Baginda Rasulullah SAW rasanya selalu menjadi perayaan tersendiri bagi masyarakat Aceh sebagai rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang diwujudkan dalam “Kenduri Maulod”. Tradisi ini, sangat besar dibandingkan tradisi yang lain, karena semua daerah yang ada di Aceh di dominasi merayakan Hari besar ini.

Merayakan “Kenduri Maulod” dapat ditemukan dalam masyarakat baik di tingkat Gampong, Kecamatan, rumah-rumah warga bahkan instansi-instansi yang ada di Aceh juga merayakannya. Kali ini, saya akan mencoba memaparkan bagaimana Kenduri Maulod di sekolah yang ada di kota Banda Aceh.

IMG_1566.JPG

perayaan Kenduri Maulod bisa di adakan di outdoor ataupun indoor. Outdoor bisa di halaman terbuka dengan memasang tenda yang di hias sedemikian rupa. Namun, jika indoor biasanya saat di rayakan hanya di dalam rumah, atau di dalam Meunasah (yang saya tahu ini biasa di Banda Aceh-Aceh Besar) dengn mengundang beberapa perwakilan Gampong (Desa) tetangga untuk menikmati idang (hidangan).

IMG_1559.JPG

IMG_1574.JPG

Tradisi yang paling khas saat Kenduri Maulod yaitu idang (hidangan) ketika peuteubit idang (mengeluarkan idang) yang di keluarkan saat acara Kenduri akan dimulai, yaitu harus di dalam talam dan diutup oleh sangee (penutup talam) dan dibungkus oleh kain dengan warna khas Aceh (biasanya bewarna merah dan kuning)

IMG_1698.JPG

Menu dari idang yang disediakan oleh orang yang membawanya beraneka ragam dan selaras dengan cara menyusunnya di talam, biasanya disusun secara meulapeh (berlapis-lapis) agar satu talam idang berisi beraneka ragam. Yang paling khas juga yaitu bu kulah (nasi yang dibungkus dengan daun pisang membentuk kerucut) dan kuah beulangong (kuah beulangga, yang biasanya berisi daging sapi) namun kuah beulangong tidak di idang dalam talam, namun dimasak ramai-ramai oleh kaum lelaki dan di idang saat panas.

IMG_1701.JPG

IMG_1707.JPG

IMG_1706.JPG

Selanjutnya, saat acara makan-makan pun tiba, idang akan dibuka dan kita dapat menyatapnya bersama-sama. Biasanya dalam satu idang bisa untuk makan minimal lima orang. Biasanya jika di Meunasah makanan disediakan memang sangat banyak, dan tentu saja juga bisa di bawa pulang.
Saat Kenduri Maulod, juga diisi dengan Meu-dikee (seperti dzikir)

Saat itu, kebetulan Idang Maulod dijadikan ajang lomba di sekolah kami, dan kami mendapatkan juara 3.

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.082
BTC 61074.00
ETH 1635.54
USDT 1.00
SBD 0.41