Rusa
Rusa Jawa (Rusa timorensis) merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Rusa Jawa termasuk jenis satwa liar yang dilindungi karena populasinya yang saat ini cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mengancam kehidupan rusa Jawa di alam liar, antara lain perburuan liar, bencana alam, pertumbuhan penduduk, dan perladangan berpindah yang dapat berpotensi untuk merusak habitatnya. Oleh karena itu, kegiatan konservasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan populasi rusa Jawa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan kegiatan penangkaran.
Perilaku harian yang biasa dilakukan rusa Jawa yaitu berpindah, istirahat, tidur, makan, dan sosial. Rusa Jawa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya dengan tujuan mencari makan atau mencari tempat untuk berlindung. Perilaku istirahat merupakan saat dimana rusa Jawa tidak melakukan kegiatan apapun. Untuk perilaku tidurnya, rusa Jawa tidak banyak menghabiskan waktu di siang hari untuk tidur karena pada dasarnya rusa Jawa merupakan hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Saat makan, rusa Jawa termasuk satwa ruminansia yang menyukai pakan rumput-rumputan segar seperti rumput gajah. Dalam hal sosial, rusa Jawa berinteraksi dengan rusa Jawa lain dalam bentuk pertarungan atau perebutan makanan.
Rusa Jawa merupakan salah satu satwa liar yang berperan sebagai indikator untuk mengukur kualitas suatu habitat dalam ekosistem. Oleh karena itu, kegiatan konservasi rusa Jawa perlu dilakukan demi menjaga populasi rusa Jawa agar tetap ada di alam liar. Hal ini dapat juga diwujudkan dengan pemenuhan beberapa komponen habitat berupa pakan, air, ruang, dan pelindung.
Aroma memainkan peran penting dalam perilaku kawin pada banyak hewan, termasuk rusa.
Aroma khusus yang dipancarkan rusa berguna untuk mengomunikasikan informasi penting, terutama saat musim kawin. Karena dapat menjadi petunjuk, di area mana ada lebih banyak betina daripada jantan.
Rusa memiliki berbagai kelenjar yang mengeluarkan bau, ketika rusa jantan menggosok kepala dan tanduknya pada pohon, itu tanda mereka menyiapkan aroma khasnya.
Selanjutnya, sekresi kelenjar tertentu bercampur dengan urine, dan kemudian rusa akan mendapat petunjuk jenis kelamin rusa lain dan status reproduksi rusa lain di sekitarnya.
Melansir Pets on Mom, rusa memiliki musim kawin yang cukup panjang, yang berlangsung antara bulan Oktober hingga Januari.
Selama sisa tahun di luar bulan tersebut, tak ada interaksi antara rusa jantan dan rusa betina.
Namun umumnya, rusa akan menempuh perjalanan jauh untuk menemukan calon pasangan yang akan dikawininya.
Bahkan rusa jantan cenderung mngambil banyak risiko, seperti berada di area terbuka tempat pemburu dapat melihat mereka atau bertarung dengan sesama rusa jantan demi menemukan betina yang tepat.
Menariknya, sebelum kawin, rusa menerapkan metode "sulit didapat" selama beberapa hari. Kemudian jantan akan mengejar rusa betina, hingga akhirnya rusa betina mengizinkannya untuk "menangkap" nya.
Setelah kawin beberapa kali selama beberapa hari, jantan akan tetap bersama rusa betina selama beberapa hari kemudian, sampai dia keluar dari estrus.
Ketika jantan pergi, dia mungkin akan mencari teman lain untuk kawin. Jika rusa betina tidak hamil selama siklus tersebut, ia akan mengalami siklus estrus lain dalam waktu tiga sampai empat minggu.
Namun jika hamil, setelah sekitar tujuh bulan kehamilan, rusa betina akan melahirkan anak rusa. Bukan hal yang aneh jika melahirkan anak rusa kembar, bahkan kembar tiga dengan sehat dan bergizi baik.
Sementara itu, ada kalanya anak rusa tampak sendirian. Namun sebenarnya tidak, karena ibu mereka pasti ada di dekatnya, hanya tidak terlihat.
Anak rusa akan bersuara untuk memberi tahu satu sama lain tentang keberadaan mereka. Jika ada pemangsa mengancam anak rusa, induknya akan menghentakkan kaki depannya, mendengus, dan kemungkinan mencoba mengusir hewan atau orang yang mengancam untuk menjauh.
https://forestation.fkt.ugm.ac.id/2019/10/30/mengenal-lebih-dekat-dengan-rusa-jawa-rusa-timorensis/
Grizzly and grand.🐻👏