rujak colek, arty dan lokasinya
Rujak
Menurut Wikipedia, Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka.
Kamus berfungsi untuk mengenalkan arti dari kata-kata yang baru, menjelaskan arti dan makna dari suatu kata, memuat cara mengucapkannya, menerangkan asal kata, serta memberikan contoh – contoh penggunaannya.
Kekayaan kosakata yang terus berkembang membuat daftar kata dalam KBBI semakin betambah banyak. Kamus dapat dijadikan sebagai sebuah bentuk usaha pengembangan bahasa Indonesia, yang juga dapat dibanggakan oleh Indonesia karena hal tersebut dinilai sebagai kebudayaan besar.
Tahukah kamu arti dari kata rujak colek dalam KBBI? Untuk memberikan informasi arti kata bahasa Indonesia tersebut dengan cepat dan tepat, kami akan membantumu untuk mencari arti kata rujak colek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ini.
KBBI memiliki kedudukan sebagai acuan tertinggi bahasa Indonesia baku. Bahasa baku dihasilkan dari proses panjang, melalui evaluasi dan seleksi yang mencakup aspek ejaan, aspek struktur, dan aspek diksi sebelum akhirnya dimuat dalam KBBI.
Melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia yang bisa kamu akses secara mudah dan cepat ini, kami harap dapat membantumu dalam memahami frasa atau kata bahasa Indonesia dengan tepat.
Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini bermanfaat. Terima kasih.
Warung itu menyediakan tiga jenis rujak, mulai dari rujak manis, rujak pedas dan rujak colek. Rujak colek berupa potongan buah yang dimakan dengan bumbu kacang.
“Saya dirikan sejak tahun 1990 lalu sampai sekarang. Alhamdulillah, terus ada pelanggan,” kata Sofyan, pemilik warung itu.
Pria yang akrab disapa Bang Yan itu menyebutkan warung itu mulai melayani pembeli sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang magrib.
Lokasi itu tepat di depan kantor Poin A, PT Pertamina Hulu Energi (dulu Exxon Mobil). Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pesawat atau helikopter milik terbang dan mendarat di bandara milik perusahaan itu.
Karena dekat bandara, warung ini menjadi ramai saban sore. Masyarakat menyaksikan penerbangan sembari menikmati penganan rujak. Harga jual pun relatif murah. Hanya Rp 15.000 per porsi.
Dalam sehari, sebut Bang Yan, dia bisa menghabiskan 50 kilogram buah. Aneka buah yang digunakan mulai buah delima, nenas, apel, pepaya, kedondong, dan lain sebagainya.