BAB 25 : Sistem Kebudayaan Aceh

in #indonesia8 years ago (edited)

Assalamualaikum Wr.Wb kepada semua sahabat steemit yang sudah setia membaca postingan zana, sama seperti sebelum-sebelumnya masih dalam tahapan review buku Acehnologi volume 3, kalau pada bab sebelumnya membahas tentang jejak budaya Aceh, maka pada bab yang ke-25 ini zana akan sedikit meriview mengenai sistem kebudayaan Aceh.

Mungkin kata-kata sistem kebudayaan Aceh itu, bukanlah kalimat yang jarang kita dengar, sebenarnnya apa sih yang dimaksud dengan sistem kebudayaan itu? Jika diartikan secara perkata sistem memiliki makna suatu komponen yang sudah terstruktur secara teratur (sistematis), adapun yang pengertian kebudayaan,seperti yang telah zana jelaskan pada bab 24 lalu, kebudayaan itu merupakan cara hidup yang berkembang dalam komunitas masyarakat, yang bersifat mewarisi dari generasi atas hingga generasi bawah.

Dalam bab ini Acehnologi berupaya mengkaji bagaimana kebudayaan Aceh itu dihasilkan? Bab ini membahas kecerdasan masyarakat Aceh untuk menghasilkan suatu karya, rekayasa dan cara mempertahankan sistem kebudayaannya, sehingga munculnya tiga teori yang dikenal dalam sistem kebudayaan Aceh, yaitu I (saya),being (keberadaan),dan action (aksi). Dalam kajian acehnologi berupaya menemukan siapa diri mereka sebenarnya? atau dikenal dengan istilah mengenal jati diri? Sehingga dalam kajian tersebut harus menggunakan konsep kesadaran (awareness) dalam diri masyarakat Aceh.

Seperti yang kita ketahui bahwa kebudayaan dan bahasa itu memiliki hubungan yang sangat erat, mengapa demikian?Dikarenakan bahasa itu lahir berdasarkan budaya (cara hidup) dalam masyarakat itu sendiri, Adapun bahasa yang digunakan sehari-hari itu seperti, na deuh (tampak kelihatan),hana tupat (tidak tahu dimana), hana turi (tidak dikenal), na tupat (tahu dimana),dan lain sebagainya,kata-kata tersebut merupakan suatu budaya atau tradisi berbahasa didalam masyarakat aceh.

Salah satu teori kemampuan masyarakat Aceh dalam membangun kebudayaan Aceh ialah turi droe atau dengan bahasa Indonesia diartikan kenal diri sendiri, dalam hal ini acehnologi mengkaji bagaimana upaya masyarakat Aceh berperan dengan suatu kebudayaan yang telah dihasilkan oleh masyarakat Aceh itu sendiri. Kemudian muncul konsep dasar untuk bertindak,konsep tersebut selalu dipakai oleh masyarakat Aceh,diantaranya: Pertama, ingat,kita harus ingat bahwa apapun yang kita lakukan itu tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak Allah, dari konsep ingat tersebut muncullah istilah dalam bahasa Aceh yang kedua yaitu haba peuingat (berita untuk mengingatkan), adanya konsep tersebut juga memicu dengan memunculkan haba peuingat tersebut dalam konteks seni, seperti hikayat, nazam, dan dakwah.
Salah satu contoh Nazam Aceh
PhotoGrid_1526680857675.jpg

Mungkin sahabat-sahabat steemit sudah kenalkan dengan foto diatas? Saya yakin, banyak sahabat-sahabat steemit yang sudah kenal dengan Tgk Samunzir Bin Husein, beliau salah satu Majelis Zikrullah Aceh, yang sudah beberapa tahun yang lalu dikenal oleh Masyarakat Aceh, nazam-nazam beliau juga menyentuh hati dan terkadang saya pas dengarnya aja sampek terharu gitu, nazam-nazam bukan hanya menyentuh hati saja tetapi juga sebagai penyejuk hati, Adapun nazam-nazam yang beliau bawakan, seperti: nazam doa tolak bala, yang maknanya meminta agar Allah SWT, tidak menimpakan bencana kepada kita semua, baik itu bencana besar maupun becana kecil.Nazam meulake yang Jroh-Jroh, bermakna memohon sesuatu yang bernilai baik-baik disisi Allah SWT. Nazam Seulaweut, yang bermakna memuliakan Nabi. Nazam Aceh yang bermakna nasehat bagi umat Islam, nazam tersebut berupa nasehat agar umat Islam senantiasa mengucapkan kalimat Tayyibah. dan nazam- nazam lainnya masih banyak lagi yang terdapat didalam buku Tgk Samunzir bin Husein.

Ketiga, Seimbang,dalam istilah aceh yang dikenal dengan timang (sejajar),yang bermakna bahwa budaya orang Aceh itu selalu menyeimbangkan antara hablu minnallah ,hablu minnanas serta hubungan dengan alam, karena kebudayaan itu tidak boleh melanggar aturan Allah, merusak alam, dan tidak boleh merusak tali silaturahmi. Keempat, Syukur dalam tradisi masyarakat aceh ialah sebagai ucapan terimakasih karena mendapatkan kabar yang menggembirakan atau mendapat hasil yang memuaskan, akan tetapi syukur dalam tradisi Aceh bukan diartikan sebatas itu saja tetapi juga diartikan syukur karena mendapatkan makanan yang enak.

Pada abad 16 M hingga 17 M kemunculan era yang hampir sama antara Aceh dengan Era pencerahan di Barat yang disebabkan adanya peristiwa kebangkitan akal dan kebangunan very abstract system of ideas, hal tersebut yang membuat kajian Aceh dan Barat itu dikaitkan. Jika masa itu di Barat muncul filsafat dan Sains, maka di Aceh muncul agama dan Peradaban.
Aceh pada saat itu telah berhasil mengaplikasikan sistem very abstract system of idea di Selat Melaka,Aceh mampu memberikan kekuatan identitas kepada Melayu. Sementara itu dipulau jawa Aceh memberikan sistem pembelajaran Tasawuf. Jawa dan Melayu tidak terlepas dari sistem pemikiran spiritual Aceh, dapat disimpulkan bahwa Aceh telah berhasil mengubah pemiikiran-pemikiran mistik orang Jawa yang dulunya serba Hindu.

Sahabat-sahabat steemit semuanya sampai disini dulu ya pembahasannya, jangan lupa di vote and komentar,baca terus post steemit zana selanjutnya, Insya Allah gak akan kalah seru dari pembahasaan hari ini

Sort:  

More Than you Can Think

Get 20 upvotes and 10 followers only for join the site.
The 20 upvotes worth 1SBD so why wait get it quickly before the campaign over.
CLICK HERE TO JOIN

Coin Marketplace

STEEM 0.04
TRX 0.32
JST 0.098
BTC 64437.74
ETH 1851.67
USDT 1.00
SBD 0.38