Karnaval HUT Ke-80 RI
Hagoe's Village: August, 18th 2025
Acara utama dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia telah berlangsung kemarin pada tanggal 17 Agustus, yaitu upacara pengibaran Bendera Merah Putih di pagi harinya, dan upacara penurunan Bendera Merah Putih pada sore harinya.
Begitu pula dengan berbagai perlombaan yang diadakan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah maupun masyarakat secara swadaya.
Dan di hari ini, beberapa pihak dan daerah atau tempat masih mengadakan berbagai acara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tersebut, seperti bermacam perlombaan maupun kegiatan karnaval yang menjadi ciri khas perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan setiap tahunnya.
Untuk Kecamatan kami (Matangkuli), kegiatan karnaval akan dilaksanakan pada hari ini, dimana ini menjadi sebuah tontonan menarik bagi masyarakat terutama anak-anak, termasuk anak kami si kecil Alvira.
Meskipun dia tidak ikut karnaval bersama-sama dengan teman sekolahnya, si kecil Alvira akan tetap pergi untuk menonton acara karnaval ini, yang menurut informasi akan dimulai sekitar pukul 09.30 wib.
Kopi espresso. w3w.locationPagi-pagi sekali kami telah bersiap-siap untuk membereskan urusan di rumah agar kami tidak ketinggalan untuk membawa si kecil Alvira untuk menonton acara karnaval yang diadakan pada hari ini.
Biasanya acara karnaval di kecamatan kami membuat start-finishnya di depan kantor Camat Matangkuli, dan pagi ini sekitar pukul 09 pagi kami melewati kantor camat ini untuk melihat kondisi persiapan acara karnaval.
Ternyata para peserta yang akan ikut acara karnaval ini sedang berdatangan dan berkumpul di depan kantor camat, dan mungkin tidak lama lagi kegiatan karnaval akan segera dimulai.
Aku membeli segelas kopi espresso di sebuah gerai yang tidak jauh dari kantor camat, kemudian mencari tempat yang cocok untuk menonton acara karnaval pada hari ini.
Jadi, rute yang akan dilalui oleh peserta karnaval adalah mengelilingi beberapa desa di ibukota kecamatan sehingga kami bisa memilih titik yang nyaman untuk menonton acara karnaval ini, dan akhirnya kami memilih sebuah titik di dekat kantor Koramil Matangkuli, dimana di lokasi ini ada halte yang bisa digunakan sebagai tempat berteduh dari panasnya matahari sambil menunggu rombongan peserta karnaval melewati titik ini.
Drum band. Video reelsSetelah ditunggu beberapa saat, kemudian lewatlah rombongan peserta karnaval di titik tempat kami berdiri. Dan peserta karnaval yang paling depan adalah peserta drumband dan marching band yang membawakan beberapa lagu perjuangan.
Para peserta karnaval ini tampak cukup bersemangat meskipun cuaca di siang ini pelan-pelan semakin panas. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.
Replika pesawat tempurPada acara karnaval ini, para peserta membuat bermacam kreasi dan juga pakaian atau kostum, dimana ada peserta yang memakai pakaian Adat atau pakaian tradisional, pakaian profesi tertentu dan lain sebagainya.
Beragam karakter tokoh pun dipertontonkan untuk menarik perhatian dan menghibur para penonton. Tokoh komedi lokal (Haji Uma) pun dipertontonkan oleh beberapa peserta karnaval pada hari ini.
Ada juga yang menampilkan replika pesawat tempur yang dirias sedemikian rupa. Masyarakat Aceh dikenang jasanya dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dimana dulu masyarakat Aceh mengumpulkan dana untuk membeli dua buah pesawat yang merupakan pesawat pertama yang dimiliki oleh Indonesia saat itu yang diberi nama Dakota RI-001 Seulawah dan Dakota RI-002 Seulawah.
Pesawat sumbangan masyarakat Aceh ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Maskapai Penerbangan Nasional, Garuda Indonesia Airways.
Replika tankPara peserta karnaval yang lain menampilkan replika kenderaan lapis baja (tank), yang merupakan mesin perang yang lazim digunakan dalam pertempuran.
Saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Indonesia saat itu belum memiliki peralatan perang dan tempur yang modern seperti halnya tank.
Tetapi dengan semangat patriotisme dan keberanian yang tinggi, rakyat Indonesia bisa mengusir para penjajah dengan senjata seadanya, termasuk bambu runcing.
Karena keterbatasan perlengkapan, rakyat Indonesia menggunakan bambu yang dibuat runcing untuk melawan para penjajah.
Sangat kontras dengan peralatan yang dimiliki oleh penjajah saat itu seperti tank dan perlengkapan perang modern lainnya.
Tetapi dengan kegigihan dan semangat perjuangan yang tinggi, mereka bisa mengusir penjajah dan mendeklarasikan Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Rombongan karnaval anak TKSelain contoh kreativitas diatas, para peserta karnaval juga banyak menampilkan berbagai replika maupun kostum yang memiliki pesan dan makna yang ingin disampaikan.
Ada peserta yang menampilkan karakter narapidana bahkan tokoh "tikus berdasi" sebagai bentuk protes terhadap kondisi saat ini dimana banyak sekali para pejabat yang merupakan koruptor yang telah merampok kekayaan negara dan membuat rakyat tetap berada dalam garis kemiskinan.
Para peserta acara karnaval pada hari ini terdiri dari para siswa dari berbagai tingkatan, TK, SD, SMP maupun SMA. Dan para peserta karnaval yang berasal dari anak-anak Taman Kanak-kanak, mereka mengikuti acara karnaval dengan menggunakan mobil yang telah dihias sedemikian rupa.
Lomba Panjat pinang. w3w.locationSetelah menonton acara karnaval di kecamatan Matangkuli, kami mendapatkan informasi dari ponakan bahwa di desa Hueng Kecamatan Tanah Luas akan diadakan lomba panjat pinang, sehingga kami segera menuju kesana untuk menontonnya.
Lomba panjat pinang ini adalah sebuah lomba yang lazim diadakan setiap perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, dimana diatas puncak pohon pinang telah digantungkan bermacam hadiah yang menarik.
Dan para peserta yang ikut lomba panjat pinang ini harus memanjat pohon pinang yang telah dilumuri dengan pelumas mesin yang licin, agar bisa mengambil hadiahnya di puncak pohon pinang tersebut.
Si kecil Alvira makan mie di rumah neneknyaKemudian kami menuju rumah mertuaku yang tidak jauh dari situ, yaitu di Desa Alue Drien Landeng untuk istirahat.
Cuaca di siang ini cukup panas sehingga kami memutuskan untuk singgah dan istirahat di rumah mertuaku sampai menjelang sore hari.
Berbelanja barang kebutuhanSetelah melaksanakan sholat ashar di rumah mertuaku, barulah kami pulang ke rumah kami di Matangkuli. Dan kami singgah di tempat langganan untuk membeli beberapa barang kebutuhan kami untuk hari ini.
Di sore hari seperti biasanya aku membereskan tanaman dan peliharaan kami sebelum azan magrib tiba.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@alee75
📚Jalaluddin Rumi : Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti.💝
Your post has been upvoted by the Team Foresight.
Let's improve your experience in creating content and interacting with other users.