Jamee tak diundang...
Hagoe Village : Oct, 7th 2024
Hujan semalaman membuat kampung kami kembali dikunjungi oleh "Jamee" yang tidak bosan-bosannya datang setiap tahunnya.
Jamee yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Tamu adalah sebuah diksi yang kami gunakan untuk menyebut kata banjir yang selalu terjadi di daerah kami.
Menurutku, penggunaan diksi Jamee ini dikarenakan oleh suasana kebatinan dan psikologis masyarakat yang hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan bahwa banjir ini sudah sangat sering terjadi dan tidak ada solusi dari pemerintah.
Masyarakat sudah "berdamai" dengan kondisi yang ada dan lebih legowo, yang ditandai dengan penggunaan diksi yang friendly meskipun pada dasarnya mereka merasa kewalahan menghadapi banjir setiap tahunnya.
Berangkat ke kantor bupati. |
|---|
Hari ini adalah hari Senin dan merupakan hari kerja bagi kami. Dan ketika aku membuka handphone subuh tadi, ibu kepala dinas memintaku untuk mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara di Landing.
Apa mau dikata, sebagai bawahan aku harus melaksanakan perintah atasan, meskipun kampung kami sudah mulai tergenang oleh banjir sejak subuh tadi.
Untung saja jalanan masih bisa dilalui karena air belum begitu tinggi di badan jalan, dan mobil kami pun telah aku ungsikan ke tempat yang lebih tinggi tadi subuh.
Si kecil mengungsi ke rumah neneknya. |
|---|
Karena rapat pengendalian inflasi berlangsung di Landing dan rumah mertua ku pun disana, maka aku membawa istri dan juga si kecil ke rumah mertua untuk mengungsi.
Bila nanti siang setelah aku ikut rapat banjir sudah surut maka kami akan sama-sama pulang ke rumah. Dan bila banjir semakin naik, biarlah mereka tetap disana dan menginap di rumah mertua.
Di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara. |
|---|
Aku tiba di Kantor Bupati Aceh Utara pada pukul 08.30 wib, sedikit telat dari jadwal rapat karena aku harus mengungsikan ibu kami terlebih dahulu ke rumah adik.
Dengan sedikit tergopoh-gopoh aku menaiki tangga untuk menuju ruang Oproom yang berada di lantai 3, dimana saat aku tiba disana rapat sedang berlangsung dan sudah dihadiri oleh para petinggi. Hanya aku yang anak bawang alias bukan penjahat...Eh, pejabat maksudnya ....! 🤭
Rakornas pengendalian inflasi terakhir. |
|---|
Rapat koordinasi pengendalian inflasi ini merupakan rapat yang terakhir dalam masa Pemerintahan Pak De Mulyono, karena mulai tanggal 20 Oktober besok Pak De akan mudik ke Solo untuk tidur dan bermain dengan Jan Ethes, katanya. Ada yang percaya?
Tanggal 20 Oktober besok, Prabowo akan dilantik sebagai Presiden yang baru di gedung MPR-RI, yang artinya rezim Pak De Mulyono telah berakhir dan digantikan oleh rezim yang baru.
Dengan berakhirnya rezim Pak De Mulyono maka berakhir pula rapat pengendalian inflasi ini, dan mungkin rapat ini akan di stop atau diteruskan kita tidak tahu.
Di rapat terakhir ini dihadiri oleh banyak menteri (sekalian pamitan, katanya) termasuk Menteri Sandi Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) yang me-launching Gerakan Cinta Game Nasional.
Dan setiap pemerintah daerah diharapkan memiliki game sendiri sesuai potensi daerahnya. Siap-siap gaes, anak-anak kita akan sibuk bermain game....🤭
Sepertinya negeri ini sudah berubah menjadi negeri mainan. Entahlah...!
Banjir sudah meninggi. |
|---|
Aku mendapatkan info dari adikku bahwa banjir sudah semakin tinggi di kampung kami. Dan karenanya aku membiarkan istri dan si kecil untuk menginap di rumah mertua saja.
Sedangkan aku akan pulang ke rumah untuk menjaga rumah dan juga untuk menjaga peliharaan kami (kucing, ikan dan ayam kami).
Benar saja bahwa banjir sudah semakin tinggi, dan di beberapa tempat air sudah setinggi paha orang dewasa atau sekitar 80-90 centi meter.
Anak-anak desa bermain banjir. |
|---|
Anak-anak di kampung kami bermain banjir dengan senangnya. Begitulah kondisi psikologi masyarakat kami dalam menghadapi datangnya Jamee ini.
Apalagi anak-anak, mereka memiliki "mekanisme" tersendiri dalam menghadapi berbagai kondisi dan kenyataan hidup. Anda bisa melihat fakta dimana saja, bagaimana ditengah kondisi yang sangat sulit sekalipun, mereka masih bisa tersenyum dan bergembira.
Banjir di depan rumah kami. |
|---|
Dari siang sampai sore aku hanya berada di rumah sambil memantau perkembangan banjir ini. Bila ada perkembangan yang kritis maka aku harus segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi.
Sekian postingan ku kali ini. Stay healthy and Fun.....Ciao...!
@alee75
📚Jalaluddin Rumi : Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti.💝
Delete. Error...