Bukan belimbing sayur...
๐ณ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ : ๐บ๐๐, 30๐๐ 2024
Kita harus memiliki kompetensi, kapasitas dan kapabilitas dalam menjalani sebuah peran atau profesi kita agar mendapatkan hasil yang optimal. Dan itu tidak bisa didapatkan dengan cara instan atau dengan katebelece.
Bila kita memilih jalur yang demikian maka akan terlihat kualitas kita yang hanya sekelas Belimbing Sayur.
Rapat kecil dengan bidang Keswan. |
|---|
Hari Rabu yang merupakan hari kerja kantoran, aku masuk kantor Puskeswan di Lhoksukon setelah melakukan fingerprint di kantor camat Matangkuli.
Ini merupakan sebuah "keringanan" bagiku bisa melakukan fingerprint di Matangkuli saja sambil keluar dari rumah, dan tidak usah mengejar waktu ke kantor camat Lhoksukon.
Sebelumnya aku hanya bisa fingerprint di kantor Camat Lhoksukon sehingga dipagi hari aku harus memburu waktu agar tiba disana sebelum batas waktu fingerprint pagi habis.
Di kantor Puskeswan aku melakukan kegiatan rutin termasuk menyiapkan laporan bulanan dan juga melakukan pelaporan kegiatan melalui aplikasi isikhnas yang cukup merepotkan, karena biasanya server dan jaringan sering bermasalah yang menyebabkan untuk melakukan pelaporan harus mengulang beberapa kali.
Entahlah, lucu sekali negeri ini sudah. Segala bentuk anomali bisa ditemukan di negeri +62 ini...!
Saat aku sedang menyiapkan laporan, secara mendadak Kabid Keswan datang ke kantorku karena ingin membuat rapat kecil dengan para petugas kesehatan hewan wilayah timur.
Kabid Keswan yang merupakan mantan anak buahku ingin menggunakan kantor kami sebagai tempat pelaksanaan rapat ini untuk memudahkan para petugas yang berdomisili dan bertugas di wilayah timur Kabupaten Aceh Utara.
Hujan turun di kampung kami. |
|---|
Setelah waktu Zuhur, hujan mulai mengguyur kampung kami. Memang sudah beberapa hari cuaca di siang hari cukup panas dan tidak turun hujan. Ada info yang menyatakan bahwa suhu udara mencapai 380 Celsius.
Dengan turunnya hujan di siang ini bisa sedikit mengurangi cuaca panas selama ini. Tetapi mudah-mudahan tidak sampai menyebabkan banjir seperti beberapa waktu yang lalu.
Kucing kami, Si Oyen. |
|---|
Usai sholat ashar, hujan sudah mulai reda, dan aku akan ke kantor camat Matangkuli untuk melakukan fingerprint sore.
Kucing kami Si Oyen sudah duluan "nenggek" diatas motor kami. Memang lah kelakuan kucing kami ini kadang-kadang sedikit merepotkan.
Tidak jarang ketika aku membuka pintu mobil dan mau menghidupkan mobil, dia malah duluan loncat kedalam mobil kami. Begitu juga dengan motor, ketika motor baru di keluarkan dan di parkir di teras, dia segera meloncat naik dan "nenggek" diatas motor. ๐คญ
Di kantor camat. |
|---|
Aku melakukan fingerprint sore ini di kantor Camat Matangkuli, dimana para pegawai kantor camat sedang memasang tenda untuk pelaksanaan kegiatan Operasi Pasar (Pasar Murah) esok hari.
Direncanakan besok akan diadakan Pasar Murah untuk warga masyarakat Matangkuli, dimana mereka bisa membeli beberapa bahan pokok dengan jumlah tertentu dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.
Langkah "pemadam kebakaran" yang sering dilakukan pemerintah untuk menangani inflasi, yang sebenarnya tidak menyelesaikan persoalan. Karena kejadian inflasi terjadi akibat ketidakseimbangan antara supply dan demand serta distribusi yang kacau.
Begitu juga banyak terjadi perilaku curang dari pedagang atau mafia pangan yang mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat kecil.
Dan sepertinya para mafia tersebut "hidup makmur" di negeri+62 selama sepuluh tahun terakhir pada masa rezim Mulyono. Sementara rakyat kecil bisa disogok dengan Bansos, BLT ataupun dengan langkah pemadam kebakaran ini.
Kalo begini terus, jangan mimpi Indonesia akan bebas dari Middle Income Trap atau akan mencapai Indonesia Emas tahun 2045. That's just bullshit...
Ngopi sore. |
|---|
Setelah melakukan fingerprint, aku akan menunggu si kecil pulang sekolah. Dan aku bisa ngopi sebentar di warung kopi di depan sekolahnya.
Si kecil pulang sekolah. |
|---|
Sekitar pukul 05.20 sore, si kecil sudah keluar dari pintu gerbang sekolahnya, dan kemudian kami pun pulang ke rumah karena aku harus membereskan peliharaan kami sebelum magrib tiba.
Belimbing sayur. |
|---|
Aku memberi makan ayam-ayam kami dan juga memetik belimbing sayur yang ada di samping rumah yang nantinya akan ku jemur sampai kering untuk mendapatkan "Asam Sunti" yang merupakan salahsatu bahan untuk memasak.
Belimbing ini aku tanam didalam pot sehingga batangnya tidak begitu besar, dan buahnya tidak begitu banyak. Selain sebagai tanaman pelindung, buah belimbing ini cukup untuk kebutuhan sehari-hari ketika mau memasak.
Ketika mau membuat Asam Udang atau memasak Kuah Asam Keu'eung, kami tidak harus membeli belimbing di pasar, karena kami punya pohon belimbing sendiri, meskipun batangnya kecil.
Ngomong-ngomong Belimbing sayur aku jadi ingat seseorang yang diberi gelar demikian oleh para netizen. Ada juga yang menyebutnya Samsul (Asam Sulfat) bahkan Fufufafa. Oi...oi siapa dia?
Sekian postingan ku kali ini. Stay healthy and Fun.....Ciao...!
Regards
โโโโ @แต๐ฉโแด๏ผโบ โโโโ
๐๐ต๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐ : ๐ฎ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.๐
Congratulations, your post has been upvoted by @scilwa, which is a curating account for @R2cornell's Discord Community. We can also be found on our hive community & peakd as well as on my Discord Server
Felicitaciones, su publication ha sido votado por @scilwa. Tambiรฉn puedo ser encontrado en nuestra comunidad de colmena y Peakd asรญ como en mi servidor de discordia
Tautan Mudah untuk delegasi ke @steem4indonesia
Tautan Mudah untuk delegasi ke @steemhobbies