Antara Mimpi dan Kenyataan
Kebetulan sedang tidak puasa, karena si merah sedang mengibarkan bendera. Jadilah aku berencana untuk lanjutkan tidur pulas hingga pagi, karena shalat subuh tentu tak menjadi agenda.
Namun, sayup-sayup di pagi itu, sebuah suara panggilan masuk via whatsapp memecah sunyi dan heningnya dini hari (eh udah subuh kayaknya, ding.) Kucoba menjawab walau tak tertulis siapa yang memanggil itu. Pikirku, tentulah urgent, kalo tidak, mana mungkin menelpon jam segini?
Suara dari seberang terdengar lantang. Menanyakan itu kelas online dilaksanakan di mana, kenapa dirinya tidak diundang ke dalam grup yang kami helat. Kaget, dan masih dikuasai kantuk yang begitu menyergap diri, aku pun terbengong sejenak. Ini teh, apa?
Mencoba memutar otak, mencari jawaban. Ah, iya. Tadi malam kan aku dan Teh @mariska.lubis mengorganize sebuah kelas online, khusus untuk para bloggers dan para penulis yang tertarik dengan steemit. Ya, kelas online itu kami namakan Kelas Online Steemit untuk Pemula. Mengambil tema Mengenal Teknologi Blockchain dan Steemit Platform.
Formulir pendaftaran sebenarnya sudah kami sebarluaskan via channel fesbukku, untuk diisi oleh yang berminat, dengan syarat, mereka bukanlah steemians tapi berminat untuk menjadi steemians.
Si Mbak sepertinya tidak terima, dan merasa dirinya juga berhak untuk ikutan, karena menulis di steemit kan blogger juga namanya. Jadilah aku diberi wejangan, harusnya begini, harusnya begitu, bla bla, bli bli bli. Untungnya aku sedang digumul oleh kantuk yang luar biasa, sehingga aku hanya diam, mendengarkan dan berusaha meresponse dengan iya, baik, iya, baik....
Entahlah, rasa kantuk yang luar biasa itu, sungguh menolong membuatku menjadi begitu santun. Tak banyak membantah, hanya mengiyakan antara sadar dan tidak. Habis, serasa semua itu hanya mimpi. Haha.
Lega hati kala suara dari seberang sana itu mengucapkan salam perpisahan, pertanda percakapan selesai. Alhamdulillah. Kuletakkan hape seadanya, lalu lanjutkan tidur. Dan paginya? Ku serasa bermimpi, ditelpon dan diprotes serta diberi wejangan oleh seorang teman, steemian. Hm, sebenarnya itu teh nyata atau mimpi, sih?
Kalian pernah juga kah mengalami hal seperti ini? Cerita, donk!
Al, Bandung, 30 Mei 2018
Semangat terus ya kak. I am with you
Eheeeeeeeeem
Pernah tapi dengan hal yang berbeda. 😁
cerita donk!
Aduh panjang mbak ceritanya.
Nanti saya ceritakan lewat postingan aja deh yak... 😁😁😁
Hmmm pasti seru 😅
Lucu teh, saya bacanya sambil senyum-senyum sendiri hehe.
Ah si kakak! Tumben nyaris terlewati, biasanya cepat
Umm kayaknya gag pernah kak
Yang sering gitu suamiku tu
🤣🤣
hahaaaa......
woleeees aja yaaa teh
Belum pernah mbak. Tapiii, aku tak sesabar dirimu. Mungkin akan sedikiiit mendebat. Meski kalau ke orang yang lebih tua, aku kudu liat-liat dulu. Btw kelasnya bermanfaaaat bangeet. Apalagi aku masih newbie nan kagok di steemit. Thanks a lot mbaaaak. Luv uuu...
Hahahaha...aduh ,Maya amp ngakak baca postingan kk Alai...bukan sabar Krn puasa
Ga puasa pun bisa sabar ya kk
..Krn ngantuk... hihi