Spend a Romantic Night in Melaka
The city of Melaka gives me so much memory. Although, I have visited Melaka several times, but there is still a desire to re-visit. I first went to Melaka in 2013. At that time we went with Radzi Safee, a Malay customary activist. Radzi took us to historical places that had to do with Aceh.
At that time I did not stop at Stadhuys, where the building is red. We visited the ancient tombs of scholars, including one of the Acehnese scholar, Shaykh Shamsuddin As-Sumaterani.
The next year, I went back to Melaka. At that time I went to Malaysia with the documentary screening agenda of my work at Universiti Kebangsaan Malaysia. I was invited by UKM students to take a vacation to Melaka. That was the year I was able to visit stadhuys, A Famosa fort, and Museum of the Malacca Sultanate.
Melaka is a city full of history. An inch we walk, there must be historic remains, be it building, ruins, and others. Two visits to Melaka, I never stay. That is, I do not know how is the night life there.
Only this year I can enjoy a night in Melaka. I read various writings on blogs and magazines about the lively nightlife in Melaka. Especially on Jonker Walk. I stay in a hostel on Jalan Munshi Abdullah. From this cheap hostel I walked to Stadhuys. There I took some photos that I think are very unique.
It was not so much that night, because Monday night. Melaka will be busy with travelers on Saturday and Sunday. Sunday night is the peak of the Melaka crowd. You can enjoy a night by the river Melaka or shopping and eating at Jonker Walk.
This small town is a magnet for tourists. The tidy city setting and historic buildings make Melaka one of the world's top tourist destinations. Melaka is also recognized by the world as World Heritage City.
Bahasa Indonesia
Kota Melaka memberikan kenangan yang begitu banyak bagi saya. Walaupun kota ini sudah saya kunjungi beberapa kali, tapi masih ada keinginan untuk mengunjungi kembali. Saya pertama kali pergi ke Melaka pada tahun 2013. Saat itu kami pergi bersama Radzi Safee, seorang aktivis adat Melayu. Radzi membawa kami ke tempat-tempat bersejarah yang ada hubungannya dengan Aceh.
Saat itu saya tidak berhenti di Stadhyus, tempat bangunan berwarna merah. Kami mengunjungi makam-makam kuno ulama, termasuk salah satu ulama Aceh, Syeikh Syamsuddin As-Sumaterani.
Tahun berikutnya, saya balik lagi ke Melaka. Saat itu saya pergi ke Malaysia dengan agenda pemutaran film dokumenter karya saya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Saya diajak oleh mahasiswa UKM untuk berlibur ke Melaka. Tahun itulah saya bisa mengunjungi stadhuys, benteng A Famosa, dan Muzium Kesultanan Melaka.
Melaka adalah kota yang penuh dengan sejarah. Sejengkal kita berjalan, pasti terdapat tinggalan bersejarah, baik itu gedung, reruntuhan, dan lain-lain. Dua kali berkunjung ke Melaka, saya tidak pernah menginap. Artinya, saya tidak tahu kehidupan malam di sana itu bagaimana.
Baru tahun ini saya bisa menikmati malam di Melaka. Saya membaca berbagai tulisan di blog dan majalah tentang kehidupan malam di Melaka yang meriah. Apalagi di Jonker Walk. Saya menginap di sebuah hostel di Jalan Munshi Abdullah. Dari hostel murah ini saya berjalan kaki menuju Stadhuys. Di sana saya mengambil beberapa foto yang menurut saya sangat unik.
Memang malam itu tidak begitu ramai, karena malam Senin. Melaka akan ramai dengan pelancong pada hari Sabtu dan Minggu. Malam Minggu adalah puncak ramainya Melaka. Kamu bisa menikmati malam di pinggir sungai Melaka atau berbelanja dan makan di Jongker Walk.
Kota kecil ini adalah magnet bagi wisatawan. Tata kota yang rapi dan bangunan-bangunan bersejarah membuat Melaka menjadi salah satu tujuan wisata di seluruh dunia. Melaka juga diakui oleh dunia sebagai World Heritage City.
Asyik banget ya jalan-jalan terus...hehehehe
Saya sudah lupa apakah pernah kemari ketika dulu berkunjung ke Malaysia.
Wah. Kok lupa? Ayo plan lagi ke sini
Hahaha...Pasti. Mengumpulkan pundi-pundi SBD dulu ya
Ohmakkk kapreh behh hahahaha
hahah..jak laju. Lon preh di sinoe
Melaka tempat wisata yang selalu dirindukan:)
Iya bg. Yuk balik lagi ke sini
Padup nomoi kalau yang phoe keunan.. hahahah
haha..hana lumboi bg. Tinggai ek, jak laju
Rindu Melaka..
Hihi.. yuk balik lagi ke sini