SAD
Yesterday. You decided to leave me.
Without a pity, you want to bury me deeply.
I was silent, my tongue stiff. Hearing your decision that my mind started deadlocked.
Kemarin. Kau memutuskan untuk meninggalkan ku. Tanpa sedikit pun belas kasihan, kau ingin menguburku dalam-dalam. Aku terdiam, lidah ku kaku. Mendengar keputusan mu itu pikiran ku mulai buntu .
Perhaps, what I'm giving is worthless, what I've done for you all this time is no longer meaningful. I lost with the Ring he was carrying.
Mungkin, yang kuberi tak lagi berharga, yang ku lakukan untuk mu selama ini sudah tak lagi bermakna. aku kalah dengan Cincin yang ia bawa.
Let me hope for the moment with a stubborn heart, let the universe laugh.
Biarlah untuk saat ini aku mulai berharap dengan hati yang keras kepala, biarkan semesta menertawakan .
Now, let me make the only spice in my writing. The writing I might write is no longer in colored ink, but rather; Tears . All about you will I pour it right here, because with you is no longer possible.
Kini , biarkan kau ku jadikan satu-satunya bumbu di dalam tulisan ku. Tulisan yang mungkin ku tulis bukan lagi dengan tinta berwarna, melainkan; Air mata . Semua tentang mu akan ku curah kan disini, karna dengan mu sudah tak mungkin lagi.
I AM HOME
AKU PULANG
THANK YOU ALREADY READING MY TITLE ....
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA TULISAN SAYA ….



Hello! I find your post valuable for the art community! Thanks for the great post! ARTzone is now following you! ALWAYs follow @artzone and the artzone tag, and support our artists!
thank you for participation @artzone 🙏