Rokok Merusak Logika

Yang berbahagia sobat Steemian's semua. Saya nekat membuat postingan ini dengan judul "Rokok Merusak Logika". Saya tidak tahu kemana muaranya tulisan ini, entah siapa yang membacanya kelak. Saya berharap muaranya pada kebaikan kita semua. Jika ada pembaca yang marah atau tersinggung dengan tulisan ini, saya juga tidak mengetahuinya. Akan tetapi saya selalu berharap pembaca tulisan ini selalu dalam keadaan sehat. Jika pembaca seorang perokok, semoga rokok bisa membuat Anda sehat.
Jika pembaca merasa tulisan ini bermanfaat, tinggallah upvote atau komentar sebagai bentuk pemberitahuan kepada saya. Namun jika tidak suka atau tersinggung, maafkan saya sebesar-besarnya. Mungkin butuh waktu untuk beradaptasi membaca tulisan-tulisan yang menjelaskan sisi negatifnya rokok. Namun apa yang sayu tulis ini hasil perenungan saya yang saya padukan dengan beberapa pandangan orang lain.
Sebelumnya saya adalah perokok berat, dan sudah berhenti dari percobaan membunuh diri dengan rokok dua tahun silam. Maka, setidaknya saya tahu jika rokok sudah merusak logika penikmatnya. Saya mampu berhenti merokok setelah melakukan perenungan panjang dengan memaksa logika bekerja dengan benar. Dengan segenap kekuatan "iman" dan pikiran akhirnya saya mampu melawan rasa (keinginan) yang semakin kuat, dan sejadi-jadinya merusak logika.

Dimana buktinya jika rokok telah merusak logika?
Pertama; Perhatikan pada setiap bungkusan rokok! Semua bungkus rokok terdapat peringatan penting untuk keselamatan dan kesehatan kita semua (verbal). Supaya dapat dimengerti oleh semua orang, ditempatkan juga pesan bergambar (non verbal). Hanya orang yang tidak mengenal huruf dan tidak dapat melihat yang tidak mengetahui jika itu pesan penting. Sudah tau merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan sebagainya, akan tetapi masih juga melakukannya. Bukankah itu melawan logika?
Kedua; Manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka, bahkan perokok sekalipun. Kemerdekaan seorang perokok telah ditawan oleh keinginan yang tidak mendasar itu. Lihatlah seorang perokok, bagaimana keinginannya untuk merokok harus dituruti dalam keadaan bagaimanapun. Contohnya, seorang perokok yang tidak nyaman bekerja jika tidak merokok. Merasa salah tingkah jika sehabis makan tidak menghisap "racun". Bukankah keinginan telah merusak logikanya?
Ketiga; Jika perokok seorang Ayah dalam keluarga, sudah pasti melarang anak-anaknya agar tidak merokok. Dia tau rokok tidak baik bagi anaknya. Akan tetapi dia terus saja merokok di depan anaknya, dalam keluarganya. Sementara anak-anak akan meniru kelakuan orang tuanya. Jika Dia tau rokok tidak baik, lantas kenapa masih merokok? Jika bukan logikanya yang sudah terganggu.

Keempat; "Rokok itu pembunuh, pelan tapi pasti." Tidak ada manusia normal yang mendatangi musuh, yang mau dengan suka rela dibunuh. Merokok sama dengan bunuh diri, dan yang melakukan bunuh diri ialah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan, yang logikanya tidak berjalan normal.
Kelima; "Merokok dapat menyebabkan keras kepala dan tertutup pintu hidayah". Pernah suatu kali saya memberitahukan kepada teman dekat, bahwa merokok itu seratus persen mengundang mudharat, tidak ada sebutir kebaikanpun yang didapatkan dari merokok. Lalu dia membantahnya dengan melakukan berbagai macam cara untuk pembenaran. Alasan pembenaran yang diungkapkannya sama sekali tidak masuk akal. Berulang kali saya berikan contoh dan bukti dari bahaya merokok, namun dia terus saja merokok. Sampai saat ini terus saja mempertahankan sifatnya yang keras kepala dan tidak mau menerima hidayah berhenti merokok. Membenarkan yang salah, sehatkah logika?
Itulah beberapa alasan mengapa rokok dapat merusak logika. Beruntung kita masih merawat logika dengan tidak merokok. Jika Anda seorang perokok, segera kembalikan logika Anda bekerja dengan benar.
Hal terkecil dari manusia merdeka adalah mampu membebaskan diri dari cekraman yang merusak hidupnya. Bukan malah membiarkan rokok mendikte keinginannya.
Wow... Ini tulisan luar biasa....
Terima kasih sudah membaca, upvote dan meninggalkan komentar. :)