Perjuangan dari Aceh untuk Indonesia.
Indonesia adalah salah satu negara yang berdaulat yang sudah diakui kemerdekaannya, salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang sangat berjasa dalam meraih kemerdekaan Indonesia, dan provinsi itu sekarang mendapat gelar dari negara indonesia dengan julukan daerah modal.
Gelar yang diberikan kepada suatu daerah spesial di ujung Sumatera yaitu tepatnya berada di provinsi Aceh bukan tanpa alasan.
Provinsi Aceh adalah satu-satunya daerah yang memberikan modal untuk perjuangan negara republik Indonesia.
Bisa dikatakan tanpa Aceh maka tidak ada republik Indonesia, ini adalah salah satu hal yang tidak pernah terbantahkan karena buktinya terlihat sangat nyata, karena saat peristiwa agresi Belanda kedua tahun 1948 Belanda sudah menjajah kembali semua provinsi yang ada di Indonesia.
Saat itu satu-satunya provinsi yang tidak mampu dijajah oleh Belanda yaitu provinsi Aceh, maka saat itu presiden pertama negara Indonesia yaitu Soekarno menyebut bahwa Indonesia masih ada yaitu Aceh,dan juga di iringi pengakuan di PBB (Persatuan Bangsa-bangsa) disebutkan bahwa Indonesia masih ada yaitu Aceh.
Aceh disebut daerah modal dikarenakan saat itu negara Indonesia mengalami kebangkrutan diakibatkan agresi Belanda kedua, sehingga bangsa Aceh lah saat itu yang memberi modal untuk Indonesia agar bangkit kembali dari keterpurukan yang dialaminya.
Teuku Markam Hartawan Aceh penyumbang emas monas
Sebenarnya saat itu di Indonesia sudah tidak ada lagi karena penjajahan Belanda sudah sangat luas, hanya satu saja daerah yang tidak mampu dijajah oleh Belanda yaitu Aceh.
seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ibu kota Indonesia adalah Jakarta, namun sebelum ibukota Indonesia di Jakarta, pertama kali Indonesia pernah membuat ibukota di Aceh tepatnya di daerah Bireuen provinsi Aceh.
Pertama kali yang memberi gelar Aceh adalah daerah modal adalah presiden pertama negara republik Indonesia yaitu Soekarno, Belanda pernah menjajah Aceh, namun mereka tidak mampu menguasai daerah ini, dikarenakan heroik bangsa Aceh untuk berjuang sangat tinggi, dan mereka tidak takut akan mati dan mereka menggunakan berbagai jenis alat perang untuk mengusir Belanda dari daerah Aceh.
Saat itu para seniman dari Aceh juga ikut serta untuk dalam memperjuangkan perjuangan Aceh, dengan menciptakan hikayat untuk membakar semangat perjuangan.
Gelar yang di berikan dan di sandang daerah Aceh sangat wajar selain perjuangan merebut kembali negara Indonesia, Aceh juga menyumbang berbagai keperluan negara seperti emas di puncak Monas yang ada di Jakarta, dan pembelian pesawat pertama kali untuk Indonesia, dana ini di sumbang oleh masyarakat Aceh untuk Indonesia.