Why?
Kita selalu meminta mengutamakan husnuzon untuk orang yang kita cintai dan idolakan, kita begitu benci dengan orang yang suudzon dan melihat orang lain dari sisi buruk dan semua salah, kita akan mencela mereka. Tapi kenapa dengan orang yang kita benci yang merupakan idola orang lain kita mudah suudzon dan mudah melihat sisi buruknya? Apakah husnuzon hanya berlaku pada yang kita mau? Kemana kata cinta, melihat kebaikan yang selama ini kita perjuangkan?

This post has received a 0.03 % upvote from @drotto thanks to: @achieymasrur.
How Cool!
You got a 14.29% upvote from @coolbot courtesy of @achieymasrur!
Help us grow, delegate today!
This post has received a 0.47 % upvote from @booster thanks to: @achieymasrur.
This post has received a 0.26 % upvote from @speedvoter thanks to: @achieymasrur.