Travel Blogger dan Pembaca

in #steempress6 years ago


Kegiatan traveling kerap membuat travel blogger kehilangan kontak dengan audiens mereka. Penyebabnya bisa macam-macam seperti sulitnya akses internet, banyak waktu tersita dengan aktivitas tak terduga, dan sering lupa mengupdate postingan di blog. Kondisi ini tentu saja wajar dan sangat lumrah sekali.

Selama traveling, tentu tidak banyak waktu tersedia untuk menulis. Waktu lebih banyak dihabiskan untuk jalan-jalan dan menjejahi tempat baru, bertemu banyak orang asing, serta menikmati sensasi yang seakan tidak ada habis-habisnya. Sebagai penulis blog perjalanan (travel blogger), kondisi minimnya waktu buat menulis itu menjadi sesuatu yang biasa. Kita tidak bisa berpura-pura tetap menulis agar terhubung dengan pembaca.

Bagi blogger travel yang masuk kategori seleb blog, pasti sadar bahwa pembaca mereka selalu menanti kisah keseruan apa yang akan dibagikan oleh penulis favoritnya itu. Setiap saat mereka akan mengunjungi blog penulis kesayangannya itu untuk mendapatkan tulisan terbaru, dan mereka pasti sedikit kecewa ketika tidak mendapati sesuatu yang di baru di dalam postingan blog. Si blogger tentu saja merasa bersalah seandainya tidak menuliskan apa-apa sebagai buah tangan dari aktivitas travelingnya.

Saya sendiri kerap merasakan beban serupa. Saya memang bukan penulis blog yang selalu konsisten mengisi blog dengan tulisan terbaru, lebih-lebih saat traveling. Saya memang menyukai menulis dan membagikannya kepada pembaca, tapi saya juga menikmati kegiatan traveling. Pengalaman selama ini, saat traveling, saya lebih memilih membiarkan blog tidak terupdate bahkan kadang-kadang sengaja menyembunyikan aktivitas traveling ini agar perjalanan saya jauh dari gangguan yang tidak perlu. Akibatnya, saya lebih sering terkesima dengan tempat baru yang saya datangi dan kemudian menjadi lupa menulis di blog, kecuali mencatat saja dalam bentuk catatan.

Blogger yang mencari penghasilan dari blog, kondisi begini tentu saja bukan sesuatu yang patut dipelihara. Bagi blogger yang diajak jalan-jalan oleh sebuah brand dan mereka dibayar untuk menulis tentang aktivitas dan objek wisata, tentu tidak menjadi masalah. Apalagi, sebuah brand biasanya mewajibkan blogger yang diajaknya itu menulis sesuatu setelah kegiatan jalan-jalan selesai. Namun, bagi blogger yang mengandalkan pemasukan dari klik iklan semisal Google Adsense, tidak mengupdate blog tentu menjadi sebuah masalah. Mereka butuh trafik dan update tulisan secara rutin agar blognya selalu ramai dikunjungi. Tanpa trafik, tidak ada klik, dan tidak ada klik berarti tak ada pemasukan.



Lalu bagaimana caranya agar selalu terhubung dan dapat menyapa pembaca selama kegiatan traveling? Banyak blogger memilih menyiapkan beberapa tulisan untuk jaga-jaga seandainya selama kegiatan traveling tidak sempat membuat posting baru. Misalnya, sebelum melakukan traveling, mereka sudah memposting tulisan di blog, dan menyimpannya sebagai draft atau mengatur jadwal penayangan. Draft atau tulisan yang sudah diatur jadwal tayang itu, akan secara otomatif terupdate sendiri sesuatu waktu yang sudah ditentukan. Jadi, tanpa menulis tulisan baru pun, blog mereka tetap saja terupdate.

Selain itu, kita bisa memilih untuk bersikap jujur kepada pembaca dengan mengatakan hal yang sebenarnya. Buat sebuah postingan di blog untuk menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan dan sedang berada di mana saat menulis postingan tersebut. Gambarkan secara sepintas lalu apa yang Anda lihat, apa yang Anda rasakan serta kenapa hal itu penting Anda bagikan dengan pembaca. Tidak perlu harus menggunakan seribu-dua ribu kata. Anda bisa menulisnya dalam 500 kata, denga gaya penulisan seolah-olah Anda sedang berbicara dengan pembaca blog Anda.

Kalau pun Anda tidak sempat menulis, setidaknya Anda bagikan tulisan lama Anda yang kontennya masih relevan melalui Facebook, Twitter atau Instagram. Hal itu untuk memberitahu pembaca bahwa Anda tidak meninggalkan mereka. Dan pembaca jadi tahu bahwa sang penulis blog favoritnya bukan tanpa alasan tidak memposting tulisan terbaru di blog. Mereka tidak patah hati, kecewa dan kemudian karena merasa sang penulis sudah tidak mengupdate lagi blognya, mereka pun enggan berkunjung lagi ke blog Anda.

Terakhir, jangan mencontoh saya. Saya bukan travel blogger yang patut diikuti (bahkan untuk menyebut diri travel blogger pun sudah merupakan kesalahan yang sangat fatal), karena setiap melakukan traveling pasti jarang update blog. Biasanya, setelah kegiatan traveling selesai, baru menyicil tulisan satu-persatu. Hal ini memang tidak dilarang, tapi dengan melakukan praktik begini, keseruan traveling menjadi hilang dengan sendirinya. Soalnya, kita hanya menulis kegiatan traveling yang sudah kadaluarsa!

Image: pixabay.com


Posted from my blog with SteemPress : https://acehpungo.com/travel-blogger-dan-pembaca/

Sort:  

Biasanya kalau setelah traveling langsung di tulis di bacanya juga asek, aroma travelingnya masih tercium.😀😀

Posted using Partiko Android

Iya, seharusnya memang begitu...tetapi kadang memang kita tak punya waktu banyak untuk menulisnya...setelah seharian jalan-jalan bahkan sampai malam hari, yang ada capek...dan ingin tidur

Waahhh.. saya malah tidak keberatan membaca serial travelling yg kadaluwarsa😊 apalagi bertahun2 lampau selama disampaikan dgn cara kekinian dan foto2 berkualitas mendukung kisahnya.

Apalagi niyh, cerita travellingnya bukan sekedar review tempat2 wisata saja tetapi ada interaksi dengan orang lokal atau sesama traveller. Mengikuti seorang traveller secara real time bukan lagi pilihan seru sekarang.. kecuali ke wilayah2 ekstrem yg bukan tujuan wisata mainstream.

Iya, memang tidak menjadi masalah kalau cerita traveling ditulis masa traveling usai, asal ditulis dengan sudut pandang berbeda. Selama dikemas dengan bagus, pasti menarik dibaca sekali pun sudah kadaluwarsa...masalahnya, kalau tidak langsung ditulis, kita akan kehilangan banyak detil cerita, terutama yang tak dicatat dengan rapi dan lengkap...saya sering mengalaminya, kadang harus mengingat-ingat lagi bagaimana ceritanya...

Naaahhh.. disitu lah photo dokumentasi memegang peran penting ya kan? Saat ada foto2, setidaknya kita bisa mengingatnya dgn lebih baik.. apalagi ada kawan jalan, naahhh itu lebih mudah lagi ye ken?

Saya baru saja membaca sebuah cerita travelling yg terjadi 7 tahun lalu dan rasanya seperti baru terjadi bbrp bulan lalu karena detail dokumentasinya sangat indah. Lalu ada seorang traveller lain yg menulis ttg kisah perjalanannya hari itu.. terlalu standar dan agak kurang seru malah. Naaahh... penulis atau traveller yg sudah punya basic penikmatnya, tidak jeut keu hai lagi. Tuleh ju... bek asaikana 😂

Masih ditunggu kelanjutan serial perjalanan ke Eropa tempo hari @acehpungo meski katanya sudah kadaluarsa kak @cicisaja kalau @acehpungo yang kemas apalagi dlaam bentuk feature akan selalu hangat.

Saya pernah mengalami ini, asyik travelling hingga gak ada kesempatan untuk nulis di blog. Dan ketika akhirnya ingin menulis, udah gak ada feelnya lagi. Soalnya udah kelamaan hihihi...

Coin Marketplace

STEEM 0.31
TRX 0.11
JST 0.034
BTC 64852.72
ETH 3178.07
USDT 1.00
SBD 4.20